“Siapakah Yang Menjadi Pemilik Rumah Anda?” Roma 8:1-2

Renungan Harian, Jumat 2 September 2016
“Siapakah Yang Menjadi Pemilik Rumah Anda?” Roma 8:1-2

Ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang tinggal dalam sebuah gubuk kecil. Cat di rumah itu sudah mulai mengelupas, atapnya banyak yang bocor dan lantainya rusak, tetapi dengan uang yang ia miliki hanya itu yang bisa disewanya. Pemilik rumah itu adalah pria tua yang memiliki temperamen yang buruk yang sering membuatnya ketakutan.
Sebulan sekali pasti pria tua itu menggedor pintu rumahnya dan ketika wanita tua itu membuka pintunya, pria itu dengan wajah yang mengintimidasi menagih uang sewanya. Dia biasanya cepat-cepat mengeluarkan uang untuk membayarnya sehingga pria itu bisa segera pergi.
Suatu hari, sebuah ketukan terdengar dari depan pintu rumah wanita itu dan dia membukanya, dia menduga itu adalah pemilik rumah yang galak itu, namun ia terkejut ketika dijumpainya adalah seorang pemuda yang ganteng berdiri disana. Pria itu mengatakan bahwa dia telah membeli rumah itu sehingga dialah sang tuan tanah yang baru. Dia memberitahu wanita tua itu bahwa rumah itu akan ia perbaiki, baik atap, catnya dan juga lantainya. Mendengar perkataan anak muda itu wanita tua itu menjadi sedih. Dimana dia akan tinggal? Dengan kondisi rumah yang buruk saja dia sudah kesulitan untuk membayar sewanya, apa lagi jika rumah itu diperbaiki, pasti harga sewanya akan naik, demikian pikir wanita itu.
Melihat wanita tua itu sedih, pemuda itu sadar akan kekuatirannya. Ia kemudian menjelaskan bahwa ia tidak akan memaksa wanit itu pindah. Sebaliknya, wanita itu menjadi alasan mengapa ia ingin memperbaiki rumah tersebut. Pemuda itu ingin agar wanita itu menikmati rumah yang layak dan aman yang bisa ia banggakan.
Namun bukan hanya itu kabar gembiranya, kini wanita itu bisa tinggal dirumah itu tanpa harus membayar sewa. Ya, wanita itu bisa menikmati rumah yang lebih baik dengan gratis.
Sepertinya itu terlalu indah untuk menjadi sebuah kenyataan. Dia menunggu beberapa hari dan berpikir mungkin pemuda itu berubah pikirannya, tetapi dia tidak. Selama beberapa minggu kemudian, pemuda itu datang dan memperbaiki segala yang rusak di rumah itu. Itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi wanita tersebut, dan dia sangat gembira.
Tetapi suatu hari, pintunya digedor dengan sangat keras, suara gedoran yang sudah ia kenal. Dengan ragu ia membuka pintu, berdiri disana tuan tanah yang lama dan memintanya untuk membayar sewa. Apakah dia akan membayarnya? Tentu tidak! Rumah itu bukan lagi miliknya. Dia tidak punya hak lagi. Pria itu tidak bisa lagi mengintimidasi wanita tua itu.
Tahukah Anda bahwa hidup kita sama seperti wanita tua itu? Dulu sewaktu kita masih berdosa, hidup kita menderita dan kita berada dibawah kekuasaan Setan. Kuasa kegelapan selalu mengintimidasi dan membuat hidup kita sengsara. Namun Tuhan Yesus Kristus datang dalam hidup kita dan menebus kita dari segala dosa dan keburukan, Ia memulihkan hidup kita menjadi baru. Tuhan Yesus menjadi pemilik baru kehidupan kita. Jadi ketika si Iblis datang, kita bisa dengan berani mengatakan bahwa dia tidak berkuasa lagi atas hidup kita, karena kita telah menjadi milik Allah.
Kini kita adalah warga Kerajaan Sorga. Kita tidak lagi berada dalam tipu daya Iblis. Jadi tutuplah pintu dalam hidupmu sehingga Iblis tidak bisa masuk dan mengintimidasimu lagi. (Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *