“Sebuah Hadiah Dari Bapa Yang Merindukanmu” Roma 5:8

Renungan Harian, Kamis 20 April 2017
“Sebuah Hadiah Dari Bapa Yang Merindukanmu” Roma 5:8
Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 111 ; Lukas 23; Hakim hakim 9-10

Apakah kamu sudah mengampuni orang yang kamu kasihi yang telah melakukan kesalahan kepadamu tapi juga sudah meminta maaf? Itu memang sulit, tapi untuk menyelamatkan hubungan, sering hati kita memilih untuk mengampuni – terutama jika orang itu meminta maaf dengan tulus. Tapi bagaimana dengan orang yang menyakitimu dan tidak minta maaf? Apakah kamu tidak akan mengampuni mereka? Haruskah hubungan itu kamu perbaiki? Apakah mereka harus diampuni? Sebenarnya, kita mengalami hal yang sama… sekitar 2.000 tahun yang lalu.
Semua dari kita, pada satu waktu atau yang lain, lebih memilih hal yang salah daripada yang benar: berbohong, mencuri, mengutuk, atau menjadi marah, pahit, atau iri kepada orang lain. Karena kita diciptakan menurut gambar Allah dan diciptakan untuk berada dalam hubungan dengan-Nya, ketika kita berbuat dosa, kita memisahkan diri kita dari-Nya dan memutuskan hubungan itu. Namun, sebagai Bapa yang penuh kasih, Tuhan ingin memulihkan hubungan ini dan bersedia untuk mengampuni bahkan ketika kita masih berdosa. Roma 5: 8 mengatakan:
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Tuhan tidak menunggu kita untuk datang kepada-Nya; Tuhan tahu jika hal itu tergantung pada diri kita sendiri, maka hal itu tidak akan pernah terjadi:
Mazmur 14: 2-3
Roma 3:11
Jadi, sejak awal waktu, Tuhan telah merencanakan misi penyelamatan untuk memberikan pengampunan bagi mereka yang tidak tahu untuk memintanya.
Paskah adalah perayaan atas hadiah yang mengagumkan tersebut. 2.000 tahun yang lalu, Anak Allah rela meninggalkan kemuliaan Sorga dan datang ke bumi, terbungkus daging manusia, menjadi korban yang sempurna untuk dosa. Namun, ketika kita melihat salib, kita sering lupa bahwa Yesus menderita sesuatu yang jauh lebih besar daripada kematian fisik: Ia menderita keterpisahan spiritual dari Allah Bapa sehingga kita tidak perlu mengalaminya lagi. Yesus mengungkapkan terang-terangan penderitaan-Nya yang terbesar ketika Dia berseru,
Matius 27:46
Allah yang kekal terkoyak bagi kita. Hukuman untuk dosa bukanlah Salib; itu simbol. Hukuman untuk dosa adalah keterpisahan kekal dari Allah, dan hanya Allah yang kekal bisa membayar harga itu.
Hadiah terbesar yang pernah diberikan bukanlah pengampunan Allah yang sekarang tersedia untuk kita, melainkan Anak Allah yang melalui Dia pengampunan terjadi. Yohanes 3:16
Orang yang memandang Anak Allah yang, sewaktu Dia sedang dipakukan di kayu Salib, mengatakan (Lukas 23:34)
… dan berpaling, tidak akan menghabiskan keabadian untuk menyesali dosanya – hal itu sudah lunas dan dibayar. Sebaliknya, ia akan ditinggalkan untuk menderita atas semua cara yang Allah lakukan mencoba untuk menjangkau dia, menyatakan diri kepadanya, dan menunjukkan kasih-Nya dalam pengejaran tanpa akhir untuk memiliki hubungan kembali dengan dia- bahkan Tuhan memutuskan untuk mat baginya – tapi dia berpaling. . . namun:
Yohanes 1:12
Pada pagi Paskah pertama yang mulia itu, makam gelap itu kosong. Allah Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati, memulihkan Dia untuk kembali di takhta-Nya yang sah di Sorga, menunjukkan kepuasan Allah yang sempurna bahwa hukuman untuk semua dosa, untuk semua orang, untuk semua waktu, telah dibayar penuh. Paskah adalah hari kebangkitan! Hari untuk orang Kristen di seluruh dunia merayakan hubungan mereka dengan Allah Bapa, setelah mati, telah dikembalikan ke hidup dan bukan hanya hidup,tapi hidup yang kekal!
Tuhan ingin memulihkan hubungan denganmu dan Dia hanya sejauh doa. Jika kamu mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat – karunia terbesar Allah – kamu bisa memanjatkan doa yang sederhana dibawah ini:
Bapa, terima kasih karena telah mencintai saya dan mengirimkan Anak-Mu tercintauntuk membayar hukuman dosa saya. Yesus, terima kasih Engkau telah mati bagi saya di kayu Salib. Saya minta ampun karena menjalani hidup saya terpisah dari-Mu dan hari ini aku memilih untuk mengikuti-Mu. Silahkan masuk ke dalam hati saya dan jadikan saya menjadi orang seperti yang telah Engkau rancangkan. Amin.
Dan suatu hari, ketika kamu memasuki rumah surgawimu, kamu akan berlari ke pada Bapa yang akan memelukmu ke dalam tangan-Nya berkata, “Selamat datang, anak-Ku!”
Yohanes 15:13
Bukankah itu kasih! Sebuah hadiah! Tuhan yang luar biasa!
(Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *