top

“Di Dalam Nama Yesus” Yohanes 16:23

Renungan Harian, Selasa 28 Juni 2016
"Di Dalam Nama Yesus" Yohanes 16:23

Sebuah prioritas doa baru muncul dalam diri saya : mengingat Imam Besar saya, Yesus yang bersyafaat sepanjang hari. Setelah membaca buku tulisan Ruth Gibson, Chippd Dishes, Zippers & Prayer, meditasi pendek tentang pernikahan, anak-anak, tetangga dan keluarga dalam gereja, saya ingin diri saya sadar dan bersyukur atas berbagai hal yang Yesus lakukan dalam hidup saya setiap harinya.
Ketika anak-anak Gibson masih kecil, dia harus membuat keputusan sulit. Dia ingin kembali bersekolah, dan dia meminta petunjuk Tuhan dalam doanya, "Untuk mengingat Yesus, yang ibunya tidak pernah kuliah."
Cara Gibson menutup doanya membuat saya melakukan pencarian rohani. Doa saya biasanya ditutup dengan, "Di dalam nama Yesus." Selama bertahun-tahun, hal itu mengakhiri doa-doa saya dan menjadi sebuah kebiasaan. Daripada mengakui karya Yesus dalam kehidupan saya setiap harinya, saya hanya mengulang-ulang kalimat yang sudah saya hafal sejak kecil.
Mengenali karya Juru Selamat saya setiap harinya menjadi hal penting bagi saya. Paulus mengerti betapa tidak terlupakannya kehadiran Yesus dan menuliskan bagaimana hal itu memberikan kekuatan kepadanya, Kolose 1:29.
Saya mulai mengenali bahwa di hari tertentu Yesus menjadi Raja Damai bagi saya. Di lain hari Dia menyatakan diri sebagai Penasihat Agung. Dan di suatu malam, Dia meredakan badai yang mulai menghantam perahu saya.
Nave's Topical Bible mencatat lebih dari 200 nama dan gelar Yesus Kristus. Ini hanyalah beberapa diantaranya. Seorang Hamba, Saksi yang benar dan setia, Tuan yang baik, Penyelesai Iman, Nahkoda Kapal Tuhan, Hakim yang adil, Tempat perlindungan, Pokok Anggur, Pintu, Mata air, Tangan Tuhan dan Sahabat para pendosa.
Penulis kitab Ibrani memerintahkan agar pandangan kita tertuju kepada Kristus dan menjadikan Dia sebagai tujuan kita setiap harinya. Setelah beberapa lama, karena saya lambat belajar, saya mulai melihat bahwa Yesus selalu terlibat dalam hidup saya, memenuhi kebutuhan saya dan memberi saya kekuatan.
Ruth Gibson adalah jembatan yang membawa saya membangun hubungan yang lebih dalam dengan Juru selamat saya. Suatu hari, saya berbincang dengannya dan menyampaikan terima kasih kepadanya karena doa yang ia tulis menuntun saya kepada tanah suci.
Tuhan, Engkau berkata kepada Musa, Yosua, dan para imam tentang tanah suci. Sekarang saya mengingat kembali Yesus yang tak memakai alas kaki dan mengorbankan diri-Nya bagi saya. Tolong, ampuni saya karena dengan sembrono menyebut nama Yesus setiap kali mengakhiri doa saya. Saya memohon dalam nama Juru Selamat yang mengampuni tujuh kali tujuh puluh kali. Amin.
Disadur dari buku The Stained Glass Pickup: Glimpses of God's Uncommon Wisdom.

(Source : www. jawaban.com)


Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Post a Comment

Where to find us

Chapel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur elit sed do eiusmod tempor incididunt.
a
[contact-form-7 404 "Not Found"]