top

“Persembahkan Buah Pertamamu Hanya Untuk Kemuliaan Tuhan” Roma 12:1

Renungan Harian, Kamis 22 Maret 2018
"Persembahkan Buah Pertamamu Hanya Untuk Kemuliaan Tuhan" Roma 12:1
Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 82; Roma 10; Ulangan 11-12

"Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, dan engkau telah mendudukinya dan diam di sana, maka haruslah engkau membawa hasil pertama dari bumi yang telah kau kumpulkan dari tanahmu yang diberikan kepdamu oleh TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi ke tempat yang akan di pilih Tuhan, Allahmu dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi ke tempat yang dipilih Tuhan, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam disana." (Ulangan 26:1-2).
"Berlari ke gubuk pertanian itu,Tom," teriakku kepada Tom. "Mereka sudah tumbuh! Mereka sudah tumbuh!"
Tom tampak cemas dan bertanya," Apa, Pauline, ada apa?"
"Biji labuku, mereka punya daun hijau yang menyembul keluar!"
Kami berdua berlari ke lapangan di depan gubuk pertanian untuk memeriksa keajaiban tersebut.
"Tentu saja," kata Tom sambil membungkuk rendah dengan mata yang basah. "Tentu saja."
Hari itu adalah kesuksesan pertama dari pertanian kami. Buah panen pertama dari kerja kami sebulan dalam kehidupan baru di North Carolina. Meskipun sudah hampir lima tahun yang lalu, saya masih bisa mengingat bagaimana kami sangat bahagia.
Ketika kami memulai biji kecil di nampan plastik di bawah lampu panas, kami berdua memeriksa setiap pagi dan malam akan munculnya tanda-tanda kehidupan pertama biji tersebut.
Kami merasa takjub dan sangat senang sekali menatap tumbuhan tersebut telah lahir dari bijinya.
Setelah bertumbuh dan merawatnya, kamu membayangkan hingga pada gigitan pertama tomat unggul yang sempurna tersebut. Dan ketika tunas ungu dan hijau kami muncul, itu akan selalu jadi alasan dari sebuah perayaan.
Jadi ketika membaca bagian firman di kitab Ulangan hari ini, firman itu berbicara tentang membawa hasil panen pertama kepada Tuhan, Tom dan saya mengalaminya.
Ijinkan saya membagikan bagaimana saya mencoba membawa buah atau hasil panen pertama dari hidup saya kepada Tuhan.
Buah pertama di dalam hidupku adalah waktu. Aku dan suamiku telah menetapkan bahwa tahun ini sebagai tahun doa. Tentu saya memiliki waktu doa yang sudah terjadwal. Bahkan saya memiliki kartu doa untuk orang-orang. Cara mengenal Tuhan yang terbaik adalah melalui Firman dan doa kepadaNya setiap hari. Setiap pagi saya selalu bangun pagi, minum dua cangkir kopi, mengeluarkan Alkitab, kartu doa saya, dan buku catatan dengan 40 hari doa yang saya sudah unduh dari internet.
Sejak paskah mulai tiba, saya ingin benar-benar mengambil waktu di musim suci ini dan menikmatinya alih-alih membiarkannya mencurinya dariku.
Sebagaimana saya memberi buah pertama saya kepada Tuhan, saya cenderung mendapat buah lebih banyak di hari-hari berikutnya.
Cara kedua, Tom dan saya membawa hasil panen atau buah pertama kami yang adalah perpuluhan kami. Kami nggak merasa keberatan memberikan uang kami, kami malah bersyukur menyerahkannya. Kami menemukan bahwa kami tak akan bisa berhenti memberi kepada Tuhan. Tuhan nggak membutuhkan uang kita, tapi Dia membutuhkan rasa percaya kita. Perpuluhan adalah firman dan melakukan firman artinya menghormati perintah Tuhan.
Di Amerika, kami cenderung melihat keamanan kami melalui asuransi kesehatan dan jiwa. Memang tidak masalah, tetapi keamanan asuransi tidak menjamin apa-apa.
Tuhanlah yang memiliki segalanya, Sang Maha Kuasa, Maha Mengetahui dan pada akhirnya Ia lah yang akan menang.
Katakan saja bahwa berinvestasi di surga adalah taruhan yang pasti.
Yang terakhir dari buah pertama saya adalah buah pertama dari ibadah saya kepada Tuhan.
Saya nggak berbicara tentang hari Minggu. Saya berbicara tentang dimana hati kita berada. Dimana pikiran kita berada dan apa yang paling sering kita bicarakan, bagaimana respon kita.
Itulah penyembahan yang sejati.
Bagi saya, menyembah Tuhan dan Dia satu-satunya merupakan tantangan sehari-hari. Dan itu sangat pantas. Dia pantas menerimanya. Semakin saya merenungkan tentang Yesus, hidup-Nya, kematian dan kebangkitanNya, semakin saya bersyukur dan ingin terus menyembahNya juga beribadah kepada-Nya.
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah; itulah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)
Pikirkanlah buah-buah pertamamu, terutama selama musim paskah ini. Dan bawa buah-buah itu kepada Raja segala Raja, dan Tuhan segala Tuhan sebagai persembahanmu yang hidup.
Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Note: Apabila Saudara ingin memesan dvd khotbah GBI Danau
Bogor Raya bisa menghubungi Sekretariat Kantor Gereja (0251) 8351059

Post a Comment

Where to find us

Chapel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur elit sed do eiusmod tempor incididunt.
a
[contact-form-7 404 "Not Found"]