Natal Telah Tiba

Setahun sekali setiap bulan Desember umat Kristiani bersuka cita karena hari natal telah tiba. Seperti apa penampakannya? Pusat perbelanjaan yang ramai, orang-orang bergegas membeli hadiah, dekorasi, dan berbagai makanan. Jalan dipenuhi dengan barisan rumah-rumah yang menyala, berkilau, dan mempesona. Rumah-rumah didekorasi, diatur, dan bersiap untuk hari besar.
Inilah biasanya penampakan pada hari natal. Kita harus mengakui bahwa tidak akan benar-benar terasa seperti natal tanpa hal-hal itu.

Namun lepas dari semuanya itu, Hari natal bukan sekedar tentang perayaan, tetapi hari natal harus kita sambut dengan perenungan tentang makna kelahiran Yesus Kristus.
Meski telah terbiasa merayakan natal bertahun-tahun, kita sering kali lupa akan makna natal sesungguhnya.
Tentu makna kelahiran Yesus Kristus ke dunia lebih daripada sekedar perayaan tukar kado dan makan bersama. Tetapi sesungguhnya setiap tahun pun kita diajak kembali merenungkan makna kehadiran Yesus Kristus di dunia agar kita tidak terjebak untuk lebih menghiasi hal-hal yang bersifat lahiriah, sementara manusia batiniah kita kering kerontang.

Natal adalah tentang satu pribadi, yaitu Yesus Kristus. Dan natal adalah waktu untuk meninggikan Dia dan memperingati apa yang telah Yesus Kristus lakukan buat umat manusia.

Hari natal seharusnya menjadi sebuah momen di mana kita sebagai orang-orang percaya mengingat bahwa Allah pernah datang ke dalam sejarah umat manusia. Hari natal bukan sekadar merayakan hari lahirnya seorang bayi yang bernama Yesus, tetapi mengingatkan umat manusia bahwa Allah yang menjadi manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang berdosa.
Ia rela mati di atas kayu salib demi penebusan dosa bagi umat manusia yang seharusnya binasa. Segala hukuman dan derita yang seharusnya diterima oleh umat manusia telah dipikul-Nya sendiri di atas kayu salib sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Pengorbanan Kristus yang tiada taranya itu telah membuka lembaran baru bagi manusia. Ia memberi kehidupan yang penuh pengharapan bagi manusia yang sudah tidak berpengharapan.

“Hari ini telah lahir bagimu Juruslamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud” (Lukas 2 : 11).
Kata “hari ini” menunjuk pada keterangan waktu dimana peristiwa itu terjadi yaitu kelahiran Sang Juruselamat. Kata ini memberi penegasan sekaligus menandai keberadaan dan kehadiran Allah di sepanjang sejarah manusia bahwa Allah akan selalu dan senantiasa hadir dalam berbagai keadaan baik atau tidak baik waktunya.
Keyakinan kita akan “hari ini” adalah pengharapan kita akan hari esok yang lebih baik. Selamat merayakan natal, sambutlah Dia, Bapa yang Kekal, Raja Damai dan Penasihat yang Ajaib dengan penuh sukacita dan ucapan syukur. Maranatha! (AH).

sourrce: hmmnistry.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *