Menghindari Sikap Diskriminatif

Firman Tuhan memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap sesama manusia. Dalam Alkitab, di Yohanes 13:34-35, Tuhan Yesus mengatakan, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Sikap menghargai dan mengasihi sesama manusia, tanpa memandang perbedaan apapun, adalah perintah yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Kita tidak boleh memandang rendah atau merendahkan orang lain karena perbedaan yang mereka miliki. Setiap orang adalah sama di hadapan Allah, dan kita harus memperlakukan orang lain dengan hormat dan penuh kasih.

Ketika kita memandang rendah atau bahkan melakukan perilaku diskriminatif terhadap sesama manusia, kita sebenarnya merendahkan ciptaan Allah yang indah dan sempurna. Kita seharusnya menghargai keanekaragaman yang ada di dunia ini dan memperlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti kita ingin diperlakukan.

Dalam Efesus 4:32, Paulus mengatakan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Sikap saling mengampuni dan memperlakukan orang lain dengan hormat dan kasih sayang adalah bagian dari iman Kristen yang sejati. Kita harus belajar untuk melihat orang lain dengan mata kasih dan belas kasihan, sehingga kita bisa membangun hubungan yang sehat dan penuh dengan kedamaian. Dengan demikian kita bisa menjadi contoh yang baik bagi orang lain dan memperlihatkan kasih Kristus kepada dunia.

Action: Ambil waktu untuk bertanya kepada hati kita, apakah kita pernah menghakimi orang yang tidak sependapat dengan kita, atau merasa pendapat kita selalu lebih benar dari pendapat orang lain? Minta ampun kepada Tuhan dan akui sikap kita yang salah di hadapan Tuhan dan mulai shifting pikiran kita agar bisa sehati dan sepikir dengan Kristus, agar kita bisa rendah hati dan menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. 

Ayat Hafalan: Yakobus 2:17, “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”

source: jawaban.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *