top

“Mengenang Kehidupan Dalam Sehari” 1 Yohanes 3:16

Renungan Harian, Jumat 16 September 2016
"Mengenang Kehidupan Dalam Sehari" 1 Yohanes 3: 16
 
Hari Peringatan bagi sebagian orang mungkin hanya merupakan hari dimana mereka mengenang awal musim panas, dan bagi sebagian lainnya sebagai hari kudus untuk memperingati mereka yang sudah meninggal dunia. Namun, bagi para veteran perang dan keluarga tentara yang telah gugur, Hari Peringatan memiliki makna mendalam yang tak mampu mereka ungkapkan.
Saat kita melihat mereka berkabung, kita pasti bisa merasakan rasa sakit dan sedih yang mereka alami. Kita melihat mereka berusaha menahan air mata saat nama-nama saudara tentara yang gugur dibacakan di acara Hari Peringatan. Sarung tangan putih, seragam, tubuh yang kaku, dan penghormatan sempurna cukup mewakili rasa hormat dan kekaguman terhadap mereka. Mereka yang mengalami secara langsung medan perang paham betul dengan ceremoni ini.
Lalu apa yang harus kita katakan kepada mereka yang begitu menghargai hari ini? Apa yang akan diminta para tentara yang gugur ini dari rekan-rekan dan negaranya di hari peringatan itu? Dalam pidato Hari Peringatan yang dikutip dari pidato Oliver Wendell Holmes Jr dikatakan, “Saudara-saudara kita yang gugur masih tetap hidup bagi kita, dan menganjurkan kita untuk memikirkan tentang kehidupan, bukan kematian, kehidupan masa muda mereka yang menyumbangkan gairah dan kegembiraan di musim semi….”
Para tentara yang gugur ini menyerahkan hidupnya demi kehidupan, kebebasan dan kebahagiaan yang tidak didapatkan dengan menikmati liburan. Pengorbanan mereka mencerminkan teladan Yesus Kristus yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kebebasan kita. Itulah kasih tanpa pamrih yang Dia lakukan bagi orang lain, bukan berarti kita harus meratapi kesedihan itu sepanjang hidup, tetapi untuk menghidupinya!
Di dalam firman Tuhan dan di dunia militer, pengorbanan yang dilakukan itu berlaku bagi semua orang, tidak hanya untuk orang-orang yang layak dan terhormat. Keselamatan dan kasih karunia itu dilayakkan oleh karena pengorbanan besar tersebut. Pengorbanan terbesar yang sudah kita terima adalah kematian Yesus di kayu salib (Roma 5: 8).
Kita diberkati karena hidup di tengah masyarakat yang bebas. Semoga kita menghormati para pahlawan kita yang telah gugur demi kebebasan yang kita sudah dapatkan di negara ini. Semoga kita juga bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan kekal, kasih karunia, pengampunan serta kebangkitan Yesus.
Menghargai kehidupan berarti menghargai pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. (Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati
Post a Comment

Where to find us

Chapel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur elit sed do eiusmod tempor incididunt.
a
[contact-form-7 404 "Not Found"]