top

“Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita Itu Sulit, Tapi Bukan Hal Mustahil!” Matius 18:21-22

Renungan Harian, Jumat 16 Maret 2018
"Mengampuni Orang Yang Menyakiti Kita Itu Sulit, Tapi Bukan Hal Mustahil!" Matius 18:21-22
Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 76; Roma 4; Bilangan 35-36

"Memaafkan mereka? Aku tidak bisa."
"Mereka membuatku sangat marah."
"Kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan terhadapku."
Pernahkah kamu mendengar kata-kata itu sebelumnya? Pengampunan memang sulit dilakukan, tapi dengan pertolongan Tuhan, kita bisa memaafkan. Definisi memaafkan adalah berhenti merasa marah atau kesal terhadap seseorang atas tindakannya atau kesalahannya. Artinya kita tidak lagi menyalahkan orang lain atau marah pada orang yang salah kepada kita.
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15)
Tuhan menyatakan kepada kita bahwa pengampunan bukanlah pilihan jika kita ingin Tuhan mengampuni kita. Kita tidak sempurna; kita semua membuat kesalahan. Kita tidak akan selalu setuju dengan semua orang sepanjang waktu. Kita harus mengerti itu dan belajar memaafkan orang-orang yang sengaja atau tidak sengaja menyakiti kita. Ya, kita mungkin memiliki momen kemarahan, tapi kita tidak boleh menjadi budak kemarahan. Kita perlu bertobat karena menyimpan perasaan buruk terhadap orang lain sehingga kita dapat dibebaskan.
1 Samuel 16:7
Lihatlah apa yang pemazmur Daud katakan:
" Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! " (Mazmur 51:12)
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,..." (Mazmur 24:3, 4a)
Kita ingin berdiri di hadapan Tuhan dan tahu bahwa Dia senang dengan kita. Kita tidak ingin menanggung dosa tidak mau mengampuni di dalam hati kita. Saat kita berdoa, kita ingin bahwa Tuhan akan menjawab doa kita. Kita tentu tidak ingin tindakan kita tidak mau mengampuni ini menghalangi doa kita.
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)
Jika kita terus memiliki kepahitan di dalam hati dan kehidupan kita, kita tidak menunjukkan kasih Allah. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita bahkan tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan jika kita membenci orang lain. (1 Yohanes 4:20)
Jadi apa yang harus kita lakukan? Kolose 3:12 mengatakan kepada kita untuk "kenakanlah belas kasihan." Filipi 2:4 mengatakan "janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." Galatia 6:2 memerintahkan kita untuk "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!” Efesus 4:32 menyatakan, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Sudah ditegaskan. Firman itu jelas. Kita harus memaafkan! Apapun kesalahannya, tidak peduli berapa besar rasa sakit yang kita rasakan, kita harus memaafkan. Kita tidak bisa membalas dendam atau bahkan menertawakan saat musuh kita jatuh (Roma 12:19-21; Amsal 24:17)
Mari kita meminta Tuhan untuk mengisi hati kita dengan kasih-Nya bagi orang-orang yang telah menyinggung perasaan kita. Mari belajar berjalan dalam cinta dan kedamaian. Percayalah, kita akan senang telah melakukan hal itu.
Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Note: Apabila Saudara ingin memesan dvd khotbah GBI Danau
Bogor Raya bisa menghubungi Sekretariat Kantor Gereja (0251) 8351059

Post a Comment

Where to find us

Chapel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur elit sed do eiusmod tempor incididunt.
a
[contact-form-7 404 "Not Found"]