Kesuksesan Seringkali Jadi Tempat Berkembangnya Kesombongan

2 Samuel 7: 8

Oleh sebab itu, beginilah kau katakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

Saat Daud sudah beranjak tua. Nabi Natan meresponi gagasan Daud untuk membangun sebuah kemah sebagai tempat menempatkan Tabut Perjanjian. Tuhan mengingatkan Daud melalui nabi Natan tentang bagaimana dan dimana Daud harus membawanya.

Mari mengingat bahwa, sebelum menjadi raja Tuhan sendiri yang memilih Daud dari ladang penggembalaan domba untuk menggembalakan suatu bangsa. Tuhan juga yang menyediakan kemenangan di setiap pertempuran yang dihadapi Daud dan bangsanya. Lewat penyertaan Tuhan, Daud tak pernah sekalipun kalah dalam pertempuran.

Pernahkah kamu tergoda untuk membanggakan pencapaianmu, seolah-olah itu adalah kesuksesan yang kamu capai sendiri? Pernahkah kamu berpikir kemakmuran yang kamu punya saat ini kamu peroleh berkat kepintaranmu? Apakah kesuksesanmu saat ini menjadi kesaksian bagi orang lain bahwa Tuhan adalah penguasa segala aspek kehidupanmu, bahkan dalam hal kelimpahan materi?

Godaan terbesar yang akan selalu kita hadapi dalam hidup adalah rasa bangga atau sombong atas apa yang kita punya. Kalau kita berpikir kesuksesan yang kita peroleh adalah hasil dari usaha kita sendiri, kita menghina Tuhan dan membuka pintu menuju kesombongan.

“Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.” (Amsal 29: 23) 

Kesuksesan juga bisa jadi ujian yang jauh lebih besar daripada penderitaan. Oswald Chambers berkata:

“Tidak semua orang bisa membawa secangkir penuh air tanpa tertumpah. Karena ketinggian bisa saja mendadak berubah menjadi kesombongan dan kejatuhan.” 

Kesuksesan adalah ujian hidup yang paling sulit. Kesuksesan bisa menjadi tempat bertumbuhnya sikap puas akan diri sendiri dan mulai sombong akan apa yang dimiliki.

Apakah kamu memahami kebenaran tentang siapa dirimu? Apakah kamu memahami bahwa Tuhanlah yang memberimu kemampuan untuk bekerja dan berprestasi? Dia adalah sumber dari segala sesuatunya. Tanyakanlah kepada Tuhan hari ini apakah hidupmu sudah menjadi contoh iman yang benar.

Berhati-hatilah supaya kesombongan sekecil apapun itu, tidak menyelinap masuk dan kita mulai menggantikan posisi Tuhan atas hidup kita.

source: jawaban.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *