Jangan Asal Melangkah

Mulai 15 September 2023 sampai dengan 2 Oktober 2024, kita memasuki tahun Pey Dalet (5784) dalam penanggalan Ibrani. Kita percaya bahwa sepanjang tahun ini, Allah sedang merangkul kita, memeluk kita, mendekap kita dengan kasih-Nya yang luar biasa. Kita tidak dibiarkan sendiri, Tuhan senantiasa ada bersama dengan kita.

Berbicara tentang Dalet ini berbicara tentang “pintu”. Kedepan ini kita percaya akan banyak pintu-pintu terbuka (open up the gates). Tapi Tuhan menggingatkan bahwa kita harus semakin memiliki kehidupan yang intim dengan Tuhan, makin peka mendengar suara Tuhan, dan jangan sembrono dalam melangkah, bertindak dan mengambil keputusan. Kita diminta untuk berhati-hati dan tetap waspada apakah yang nampak seperti pintu yang terbuka adalah betul pintu yang dibukakan oleh Tuhan. Karenanya, paling tidak ada 2 (dua) hal yang harus kita lakukan:

1. Menantikan Dan Meminta Petunjuk Tuhan
Kita harus menunggu dan meminta petunjuk dan bimbingan Tuhan, jangan asal masuk, jangan sembarangan melangkah masuk ke pintu yang terbuka itu, sebab kalau sampai kita salah masuk, kita bisa terjebak dan terperangkap. Karena awalnya bisa jadi kelihatannya ini seperti jawaban Tuhan dan berkat yang sedang dinanti-nantikan, namun kemudian ternyata ranjau yang dapat mengakibatkan kita mengalami kematian secara rohani, yang diawali dengan kerohanian yang makin menurun, makin tidak on fire, dan akhirnya kasihnya kepada Tuhan Yesus menjadi suam bahkan dingin.
Bangsa Israel pernah salah melangkah dan tidak bertanya Tuhan dalam mengambil keputusan ketika orang-orang Gibeon mengelabui mereka agar tidak ditumpas oleh orang-orang Israel.

“Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN. Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.” (Yoshua 9:14-15)

Akhirnya orang-orang Gibeon tetap tinggal bersama-sama dengan orang Israel (Yos. 9:26-27). Melangkah tanpa meminta petunjuk Tuhan dapat berdampak kita salah melangjah dan masuk dalam ranjau.

2. Menjaga Hati Dan Siap Dikoreksi
Selain harus waspada terhadap ‘ranjau berkat’ artinya yang kita kira sebagai berkat dari Tuhan, namun ternyata tidak demikian, kita juga harus waspada terhadap ranjau popularitas yang dapat membuat kita menjadi sombong, merasa lebih hebat dari yang lain dan berdampak menghalangi kita dalam berkolaborasi dengan orang lain dalam menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus. Mari kita menjaga kesederhanaan dan kerendahan hati kita.

Memasuki tahun Pey Dalet ini Tuhan kembali mengingatkan tentang humility and simplicity (kerendahan hati dan kesederhanaan). Tuhan mau agar kita makin rendah hati, tidak mudah tersinggung dan berbesar hati jika menerima teguran, koreksi dan didikan.

“Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yakobus 4:6)

“Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” (Yesaya 57:15)

Orang-orang yang seperti ini akan dipakai Tuhan Yesus dengan dahsyat yang disertai dengan tanda heran dan mukjizat dalam menyelesaikan Amanat Agung. (DL)

source: hmministry.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *