“Doa Sederhana Atau Terdengar Indah, Manakah Yang Tuhan Sukai?”

Renungan Harian, Rabu 19 Oktober 2018
"Doa Sederhana Atau Terdengar Indah, Manakah Yang Tuhan Sukai?"

Baru 18 September 2018 kemarin, gerakan 181818 bersama dengan Jaringan Doa Nasional, ada kesempatan dimana anak-anak yang baru berusia 5 dan 7 tahun memimpin doa kami. Saat mendengar doa dari anak-anak ini, semua orang bisa merasakan tulus dan indahnya doa mereka.
Pernah nggak sih kita bertanya-tanya tentang doa kita? Sebagai salah satu kebiasaan yang sampai sering disebut sebagai nafas orang Kristen, kita sudah pasti tahu pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan melalui doa. Setiap orang punya gaya dan cara doanya masing-masing. Salah satu teman sekantor mengatakan, kalau besar kecilnya iman seorang Kristen ditentukan dari bagaimana dirinya berdoa.
Sering saya bertanya dalam hati, seperti apa kiranya doa yang ideal bagi Tuhan. Soal doa, kita diminta untuk jujur di hadapan Allah. Menurut KBBI, jujur berarti kita mengatakan apa adanya. Seharusnya, saat kita berdoa, tidak ada lagi satu hal apapun yang ditutupi atau dari Tuhan. Sayangnya, berkata jujur itu tidaklah mudah. Sering kita memilih untuk menyembunyikannya dibandingkan harus mengutarakan kejujuran pada Tuhan.
Dalam Matius 6:6, "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Saya pribadi mengaku butuh waktu yang cukup lama untuk merenungi ayat ini.
Dalam perenungan saya, Tuhan mengingatkan agar saya menyuarakan seluruh isi hati saya kepadaNya. Tuhan mau saya tidak disibukkan dengan kata-kata indah agar doa saya terdengar manis yang belum tentu hal tersebut berasal dari dalam hati saya.
Saya kembali diingatkan kalau setiap doa yang terdengar manis dan indah di telinga saya sering terdengar membosankan bagi Tuhan. Kita semua pasti sepakat kalau celotehan anak kecil yang jujur jauh lebih menyentuh hati kita dibandingkan dengan kata-kata orang dewasa yang sering terdengar berlebihan?
Bapa sorgawi juga mau kita jujur dihadapanNya. Kapankah kiranya kita tidak dipusingkan dengan kata-kata indah yang disematkan dalam setiap doa kita? Tuhan mau kita tulus pada setiap doa, sebab berasal dari hati yang paling dalam.
Yesus mengajarkan kita untuk berdoa di tempat yang tersembunyi agar kita bisa ‘buka-bukaan’ di hadapah Tuhan. Supaya kita bisa bebas mengungkapkan isi hati kita pada Bapa di surga. Seperti layaknya anak kecil yang dengan kepolosannya mengatakan hal-hal yang sesuai dengan isi hatinya.
Doa yang manis di dengar memang baik, tapi ada doa yang jauh lebih indah dan manis di dengar oleh Tuhan, yaitu doa yang dinaikkan dengan hati yang jujur. Yuk mulai sekarang, kita jujur dihadapan Tuhan melalui setiap doa yang kita naikkan.
Source : (www.jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Note: Apabila Saudara ingin memesan dvd khotbah GBI Danau
Bogor Raya bisa menghubungi Sekretariat Kantor Gereja (0251) 8351059

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *