top

“Bukan Hanya Untuk Panggilan Darurat!” Mazmur 40:1

Renungan Harian, Jumat 12 Mei 2017
"Bukan Hanya Untuk Panggilan Darurat!" Mazmur 40:1
Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 132 ; II Korintus 5 ; I Samuel 30-31

Chad menahan nafas saat mendengar suara yang sudah dikenalnya di ujung sana. Dia belum pernah mendengar kabar dari anaknya hampir dua tahun lamanya, tidak sejak saat Derek pergi keluar rumah dengan berjanji untuk tidak akan pernah kembali lagi. Serangkaian panggilan telepon dan surat tak pernah di jawab; Liburan dan ulang tahun berlalu tanpa ada kontak. Meskipun reaksi pertama Chad adalah senang bisa mendengar suara Derek, dia tidak dapat menahan diri untuk berpikir, dia pasti berada dalam masalah. "Ayah, aku butuh uang jaminan," anaknya memulai.
Dalam Hakim-hakim 11, Yefta terkejut ketika orang-orang sebangsanya menghubungi dia setelah begitu lama waktu berlalu. Sebagai anak laki-laki Gilead yang tidak sah dari seorang pelacur, dia masih ingat nama dan hinaan yang menyakitkan itu. Dia tidak lupa bagaimana saudara tirinya mengejarnya hingga ia lari ke negeri lain, dengan bersumpah bahwa dia tidak akan menerima warisan keluarga. Tapi setelah pergi sejauh 80 mil ke tanah Tob, Yefta memiliki banyak pengikut - meskipun orang-orang yang mengikutinya memiliki karakter yang patut dipertanyakan, dan ternyata, sebuah reputasi.
Setelah Israel diserang, para pemimpin Gilead datang untuk meminta bantuan Yefta untuk berperang melawan Amon. Para tetua memintanya untuk menjadi komandan militer mereka dalam konflik yang akan datang. Yefta tidak begitu saja menerima permintaan mereka.
Tetapi kata Yefta kepada para tua-tua Gilead itu (Hakim-hakim 11: 7)
Delegasi tersebut teguh dengan permintaan mereka, berjanji untuk menjadikan Yefta pemimpin atas seluruh Gilead setelah dia meraih kemenangan militer. Yefta setuju dan Tuhan memakainya untuk membebaskan bangsanya dari ancaman Amon.
Terkadang saya bertanya-tanya apakah Tuhan pernah merasa ingin mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan Yefta untuk menantang para tua-tua Gilead. Pemerintah kita menegaskan bahwa doa tidak memiliki tempat dalam kehidupan publik - sampai terjadi krisis nasional atau ancaman yang nyata. Banyak orang mengarungi kehidupan tanpa memikirkan Sang Pencipta- sampai mereka menghadapi masalah serius yang tidak dapat mereka tangani sendiri. Bahkan orang Kristen pun bisa mengabaikan persekutuan secara teratur dengan Tuhan sementara hal-hal lain tampaknya berjalan dengan lancar. Kemudian ketika terjadi hambatan, tiba-tiba kita kembali tertarik pada doa. Tapi krisis bukanlah saatnya untuk mengembangkan kehidupan doa atau membangun hubungan yang erat dengan Tuhan; Kita sudah seharusnya memiliki hal itu dalam hidup kita, memberi fondasi yang kuat untuk menghadapi badai hidup.
Tuhan selalu menyedengkan telinga-Nya pada teriakan anak-anaknya, tapi merupakan penghinaan memperlakukan Tuhan seperti no telp darurat- menggunakan doa sebagai upaya terakhir atau hanya pada saat darurat. Ke mana kita jika Bapa Sorgawi kita menanggapi kita seperti yang dilakukan banyak orang saat mereka merasa dimanfaatkan atau dimanipulasi? Tuhan pantas mendengar kabar dari anak-anaknya tidak hanya saat kita dalam masalah, tapi karena kita mencintainya.
Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. ~ Mazmur 116:1-2
Tanyakan kepada dirimu sendiri: Apakah saya mengabaikan kehidupan doa saya sampai ketika saya mendapati diri saya dalam masalah?
(Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Note: Apabila Saudara ingin memesan dvd khotbah GBI Danau
Bogor Raya bisa menghubungi Sari di no tlp: 089672213789 (TLP/SMS/WA) atau Sekretariat Kantor Gereja (0251) 8351059)

Post a Comment

Where to find us

Chapel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur elit sed do eiusmod tempor incididunt.
a
[contact-form-7 404 "Not Found"]