Revival Starts Froum Us (kebangunan Rohani di mulai dari kita)

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan! " Mazmur 24:7-8

Indonesia telah dinubuatkan sebagai pembawa pesan Pentakosta ke 3 ke bangsa-bangsa, di mana suatu gelombang Pencurahan Roh Kudus yang terbesar dan terakhir lahir dari Indonesia dan bergerak dari Timur ke Barat dan akan kembali ke Yerusalem. Tetapi Gerakan ini haruslah dimulai dari diri kita. Revival has to start from us.

Saya teringat akan kisah Raja Daud saat ia akan membawa tabut Allah dari rumah Obed Edom masuk ke kota Daud Yerusalem (2 Samuel 6) para Rabbi-rabbi Yahudi mempercayai bahwa Mazmur 24 adalah mazmur yang dinyanyikan oleh Daud saat ia membawa tabut Allah memasuki kota Yerusalem ini. Daud membawanya masuk melalui suatu pintu Gerbang yang dinamakan Pintu Gerbang Timur / Golden Gate. Tanpa disangka oleh nya, di kemudian hari seorang raja dari keturunannya sendiri yaitu Raja di atas segala raja, masuk melalui Pintu Gerbang ini dengan mengendarai seekor keledai beban muda "Hosana-hosana di tempat Yang Maha Tinggi, Hosana-hosana bagi Anak Daud." Dan sesuai dengan nubuatan dari pada Nabi Zakharia (Zakharia 14:6), bahwa sang Raja Mesias ini akan kembali menjejakkan kaki Nya di atas bukit Zaitun, dan bukit ini akan terbelah menjadi dua dari Timur sampai ke Barat, dan Raja itu akan masuk kembali ke kota Yerusalem melalui Pintu Gerbang Timur untuk masuk menjadi Raja memerintah selama-lamanya. (Catatan: Pintu Gerbang ini saat ini telah ditutup oleh Raja Suleiman pada akhir abad ke 6 M, dan terdapat makam-makam di depannya. Beberapa percaya, hal ini dimaksudkan untuk tetap menahan Sang Mesias untuk tidak memasukinya).
Tanpa kita sadari, di hidup kita juga seringkali terdapat "Pintu-pintu Gerbang yang tertutup bertahun-tahun lamanya" yang selama ini membuat Kemuliaan Allah tidak terpancar keluar. Ada Sungai Kehidupan yang terbendung dan belum dirasakan oleh sekeliling kita. Pintu Gerbang tersebut harus dihancurkan oleh kuasa Allah lewat Doa, Pujian dan Penyembahan (2 Korintus 10:4-5). Pentakosta ke 3 diperlukan untuk meruntuhkan setiap kubu-kubu / paradigma-paradigma yang salah yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang kebenaran Allah!
Di saat kubu /benteng yang salah ini runtuh dan kebenaran Allah memerintah, maka niscaya suatu gelombang kemuliaan Allah yang sangat besar dan dahsyat akan mengalir keluar Dan ke mana saja gelombang ini mengalir, pasti ada kehidupan, ada kesembuhan, ada mujizat (Yehezkiel 47). (Saudara bayangkan, ibaratnya suatu bendungan air yang sangat besar, yang memuat jutaan kubik air jebol, maka luapan airnya tentu akan menjadi seperti Banjir Bandang, bukan?).

Begitu juga hal yang sama akan terjadi bagi bangsa kita. Ketika sesuatu "Pintu Gerbang yang berabad-abad lamanya" yang selama ini menahan Kegerakan Allah dihancurkan atas negeri ini, maka niscaya kita akan melihat suatu Kebangunan Rohani yang terbesar yang selama ini kita nanti-natikan akan terjadi secara dahsyat, mengalir keluar dari bangsa ini ke bangsa-bangsa.

Maukah saudara melihat dan mengalaminya? Kiranya hal ini terjadi dan dimulai dari hidup kita, gereja kita dan bangsa kita.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *