Selamat Hari MusikNasional

Hari Musik Nasional - Musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multidimensional, yang mempresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Oleh karenanya, istilah musik sebagai bahasa yang universal bukanlah sesuatu yang salah.

Karena musik itu sendiri, banyak orang-orang yang merasa bergantung dengan musik. Jatuh cinta dengan musik, memujanya. Musik dijadikan pencaharian, media penyampaian kreatifitas, atau juga sebagai kepuasan diri. Baik pendengar maupun pelaku, sama-sama memiliki kebutuhan masing-masing terhadap musik.

Di Indonesia, Hari Musik Nasional diadakan setiap tanggal 9 Maret. Kabar mengenai ditetapkannya Hari Musik Nasional ini sebenarnya sudah direncanakan sejak pemerintahan era Megawati pada 2003. Namun baru pada era Susilo Bambang Yudhoyono-lah hari tersebut diresmikan melalui keputusan presiden (Keppres) no 13 tahun 2013.

Ditetapkannya tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional dikarenakan tanggal itu adalah tanggal lahir dari Wage Rudolf Supratman. Pencipta lagu Indonesia Raya itu lahir pada 9 Maret 1903 dan wafat pada tahun 1938. Supratman tidak sempat menyaksikan lagunya sendiri dinyanyikan saat kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Meski begitu, ditetapkannya 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional merupakan sebuah penghormatan besar terhadap jasa dan sumbangan besar dari W.R Supratman terhadap Indonesia.

Ironisnya, pada saat kami melakukan survey singkat melalui @Cielers_ID, sebanyak 68% mengaku bahwa mereka tidak mengetahui tentang Hari Musik Nasional. Ketidaktahuan masyarakat tentang Hari Musik Nasional rasanya cukup mendasar mengingat belum adanya gebrakan dari pemerintah maupun pelakunya. Tidak seperti Hari Buruh dimana pada hari tersebut kini dijadikan hari libur nsional, Hari Musik Nasional hanya sebatas keputusan presiden tanpa diikuti oleh aksi nyata. Mungkin sudah, namun belum banyak dirasakan oleh banyak orang terutama penikmat musik. Penikmat di sini bukan hanya pendengar, namun juga pelaku musik, pelaku industri, dan pihak yang terkait dengan musik itu sendiri.

Pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi menginisiasi dan merilis Bank Musik yang acaranya diadakan di Rolling Stone Cafe, Kemang, Jakarta pada 9 Maret lalu. Ditengah banyaknya problematika yang dihadapi di indistri musik Indonesia seperti maraknya pembajakan, kurangnya penghargaan terhadap musisi, hingga pengaruh budaya musik barat yang mengancam orisinalitas musik Indonesia itu sendiri. Bank Musik diharapkan bisa memfasilitasi dan mengapresiasi kreativitas pemuda di bidang musik

BANYAK cara untuk mengenang dan menghormati tokoh dengan pembuatan hari-hari peringatan. Hari ini ditetapkan sebagai peringatan Hari Musik Nasional (HMN). 9 Maret dipilih karena pada tanggal tersebut merupakan kelahiran WR Soepratman. Hari yang baru pertama kali diperingati pada tahun 2013 ini diusulkan oleh Persatuan Artis, Pencipta dan Rekaman Musik Indonesia (PAPRI).

Wage Rudolf Soepratman lahir pada 9 Maret 1903. Dialah pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raja” (Indonesia Raya). Soepratman wafat pada 1938. Dia tak sempat menyaksikan lagu ciptaannya dikumandangkan pada hari pembacaan teks proklamasi, 17 Agustus 1945.

Pengukuhan 9 Maret sebagai HMN sebetulnya telah direncanakan sejak era Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden, yakni pada 2003. Namun kemudian, HMN baru diketuk palu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.

Diharapkan, adanya HMN dapat meningkatkan apresiasi lebih terhadap musik nasional.

Penetapan HMN mempertimbangkan bahwa musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multidimensional, yang mempresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

#SelamatHariMusikNasional
#BanggaMusikIndonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *