GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya

E-mail Print PDF

Pesan dari Kenaikan Yesus Kristus

kenaikan01Ada 5 hari perayaan orang Kristen, yaitu Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, dan perayaan Pentakosta. Pesan Tuhan dari perayaan kenaikan Tuhan Yesus bagi kita kali ini ialah sebagai berikut:

Siap di proses
Kalau saudara pergi ke kota Yerusalem, pasti saudara akan dibawa ke daerah bukit zaitun menuju sebuah gereja, yang dipercaya bahwa 2000 tahun yang lalu tempat tersebut ialah tempat dimana Tuhan Yesus naik ke sorga. Dan tidak jauh dari gereja tersebut ada sebuah taman yang indah dan sangat terkenal, yaitu taman Getsemani. Arti dari nama “Getsemani” ialah “the oil press” atau tempat pemerasan minyak. Di taman itu Tuhan Yesus pernah mengalami pergumulan hebat sebelum akhirnya ditangkap dan disalibkan. Saat itu Tuhan Yesus selain seratus persen Allah juga seratus persen manusia, dan ketika mengalami pergumulan hebat di taman Getsemani, Tuhan Yesus yang juga sebagai seratus persen manusia sampai berkata bahwa ia mau mati rasanya, betapa Ia begitu ketakutan, bahkan dalam pergumulan yang hebat saat itu sampai peluhNya bercampur dengan darah, dan Iapun sempat berkata pada Bapa bahwa kalau boleh cawan itu berlalu daripadaNya, tetapi Ia taat melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa, dan Ia menyelesaikan tugasNya dengan sempurna, sehingga oleh pengorbananNya, kita beroleh keselamatan. Mari kita lihat apa yang menjadi kehendak Tuhan atas setiap orang percaya:
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Matius 3:11

Saudara, langkah iman sebagai tanda kita sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, maka setelah itu kita memberi diri dibaptis dengan air. Yang dimaksud dengan dibaptis dalam alkitab bukanlah dipercik dengan air, tetapi dibenamkan/diselam ke dalam air, karena arti kata “baptis” itu sendiri ialah dibenamkan ke dalam air. Sehingga setiap orang yang telah menerima Tuhan Yesus dan lahir baru, maka ia memberi diri untuk dibaptis sebagai tanda pertobatan. Jadi kalau ada diantara saudara yang sudah lahir baru dalam Yesus Kristus, mari beri diri saudara untuk dibaptis, tentu dengan cara diselam ke dalam air sesuai dengan arti kata baptis itu sendiri dan juga sesuai dengan pengajaran doktrin Gereja Bethel Indonesia, dan juga sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus teladani. Gereja Bethel Indonesia tidak membaptis anak kecil, dan ada batasan minimum usia, yaitu 12 tahun. Mengapa demikian? Karena baptisan adalah tanda pertobatan, maka untuk sesorang dibaptis, maka ia harus diberikan pengertian dan pengarahan terlebih dahulu, agar ketika ia memberi diri dibaptis, ia melakukannya dengan pengertian yang benar sesuai Firman Tuhan.

Dibaptis Roh Kudus dan dimurnikan
“…tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”

Selanjutnya dibaptis dalam Roh Kudus, artinya dipenuhi dengan Roh Kudus. Kita perlu dipenuhi oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus sendiri yang berkehendak agar umatNya dipenuhi oleh Roh Kudus. Ada tiga misi utama dari Roh Kudus:

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Yohanes 16:8-11

Yang pertama, Roh Kudus memiliki misi untuk menginsafkan manusia akan dosa, yaitu dosa tidak percaya. Ada “biang” segala dosa, dan itu adalah dosa tidak percaya. Mengapa seseorang tidak mengembalikan persepuluhan? Karena ia tidak percaya kepada firman Tuhan, bahwa jika ia mengembalikan persepuluhan maka Tuhan akan membuka tingkap langit dan mencurahkan berkatNya sampai berlimpah. Mengapa ada orang tidak beribadah? karena ia tidak percaya firman Tuhan yang berkata “carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”, sehingga karena ketidakpercayaannya akan firman Tuhan, maka ia tidak memprioritaskan Tuhan dalam kehidupannya. Kenapa ada orang-orang Kristen yang tidak melakukan kebenaran firman Tuhan? Karena mereka tidak percaya bahwa jika mereka melakukan kebenaran firman Tuhan, bukan orang lain yang akan diberkati, tetapi justru diri mereka sendiri.

Misi kedua dari Roh Kudus ialah mengingatkan kita akan kebenaran, dan kebenaran itu hanya ada dalam Yesus Kristus, kebenaran itu hanya ada dalam firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Setiap orang memiliki kebenaran versi masing-masing, tapi Tuhan mau kita hidup berdasarkan kebenaranNya yang terdapat dalam Alkitab. Oleh sebab itu adalah sangat penting untuk kita memiliki waktu setiap hari untuk membaca firman Tuhan. Alkitab adalah sumber dari segala jawaban yang kita butuhkan dalam kehidupan ini. Saudara memerlukan jawaban akan masalah keluarga, kesehatan, ekonomi, masa depan, dan segala hal yang saudara perlukan ada dalam Alkitab. Renungkanlah firman Tuhan setiap hari, karena Alkitab ialah “buku petunjuk” untuk saudara menjalani kehidupan.

Misi Roh Kudus yang ketiga ialah mengingatkan kita bahwa akan ada hari panghakiman. Alkitab memberitahukan bahwa suatu saat antikris akan bangkit, dan masa itu akan disebut masa aniaya besar. Disebut aniaya besar, karena masa-masa sekarang ini orang percaya telah mengalami aniaya. Tetapi nanti akan datang suatu masa aniaya yang lebih besar dan hebat dari yang sekarang dialami oleh setiap orang percaya. Tetapi bagi setiap orang percaya yang hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan, maka sebelum masa aniaya besar tersebut terjadi, maka kita setiap orang percaya yang sungguh-sungguh akan diangkat terlebih dahulu, dan nanti akan turun kembali bersama dengan Tuhan Yesus saat Tuhan Yesus menjejakkan kaki di bukit zaitun. Roh Kudus mengingatkan setiap orang percaya bahwa suatu hari kelak akan ada hari penghukuman, tetapi bagi setiap orang yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, maka mereka akan diluputkan dari hari penghukuman tersebut. Oleh sebab itu mari jangan main-main dengan kekristenan saudara.

“….Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.”
1Korintus 3:12-14

Tuhan memberikan pilihan bagi kita, apakah kita ingin membangun kehidupan kita seperti emas, atau perak atau batu permata, atau seperti kayu, rumput kering, atau jerami. Ketika emas dibakar, emas itu diam, tidak mengeluarkan suara apa-apa. Tetapi waktu kayu, rumput kering dan jerami dibakar, mereka akan mengeluarkan bunyi/suara. Ini sebagai gambaran mengenai orang Kristen yang membangun kehidupannya seperti emas akan meresponi proses pemurnian atas hidupnya dengan bersyukur dan berserah pada Tuhan. Tetapi orang Kristen yang membangun kehidupannya atas dasar kayu, rumput kering dan jerami akan meresponi proses pemurnian dalam hidupnya dengan bersungut-sungut, menyalahkan orang, bahkan menyalahkan Tuhan, tetapi tidak pernah mengoreksi dirinya sendiri. Tuhan mau kita membangun kehidupan kita seperti emas, yang semakin dibakar akan menjadi semakin murni. Seorang hamba Tuhan bernama John Bevere suatu hari ditanya oleh Tuhan, terbuat dari emas berapa karatkah cincin kawin yang ada di jarinya. John Bevere menjawab bahwa cincin kawinnya terbuat dari emas 14 karat, artinya 14 bagian emas dan 10 campuran yang lain. Dan Tuhan berbicara kepada John Bevere bahwa ia ingin agar umatNya menjadi seperti emas murni 24 karat. Dan sama seperti emas yang harus dibakar akar menjadi murni 24 karat, demikian juga kehidupan orang percaya akan menjadi murni dihadapan Tuhan melalui proses pemurnian dalam kehidupan ini. Seperti api yang membakar emas, demikian juga Tuhan akan mengizinkan kita untuk mengalami peristiwa-peristiwa yang tidak nyaman, tidak enak untuk kita alami, masalah-masalah yang bagaikan api yang membakar kehidupan kita. Seperti emas yang ketika dibakar dicampur dengan bahan kimia yang bernama flux, kemudian melalui proses pembakaran akan terpisah elemen-elemen yang tadinya bercampur dengan emas tersebut; demikian juga saat kita “dibakar” melalui proses yang Tuhan izinkan, maka kotoran-kotoran yang tadinya tidak nampak dalam hidup kita, akan mulai nampak ke permukaan, tetapi Tuhan mau kita melewatinya dengan respon yang benar, agar kita memiliki hati dan kehidupan yang semakin murni dan tidak bercacat dihadapan Tuhan. Emas 24 karat yang murni memiliki ciri yaitu tidak keras melainkan lunak, sehingga mudah dibentuk. Demikian juga saat kehidupan kita semakin dimurnikan melalui api pemurnian yang Tuhan izinkan, maka Tuhan ingin agar kita juga memiiki hati yang lembut dihadapanNya dan dihadapan sesama, sebuah kehidupan yang mudah dibentuk sesuai dengan kehendakNya. Dan emas murni 24 karat juga tidak dapat berkarat, ini berbicara mengenai kehidupan yang semakin murni yang tidak terkontaminasi dengan hal-hal duniawi, tetapi memiliki buah Roh dalam kehidupannya.

Ciri-ciri kehidupan yang masih memiliki “karat dunia” digambarkan dalam ayat ini:
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Galatia 5:19-21

Tetapi kehidupan yang bagaikan emas murni 24 karat memiiki ciri-ciri sebagai berikut:
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Galatia 5:22-23

Ketika seorang pengrajin perak sedang memurnikan perak, maka ia harus menempatkan perak tersebut tepat di titik api, sehingga perak tersebut berada di api yang paling panas, dan ia menunggu proses pembakaran tersebut. Si pengrajin perak tersebut haru menunggu dan memperhatikan agar perak tersebut tetap berada ditengah api yang paling panas juga agar proses pemurnian itu tidak kelewatan, karena jika kelewatan maka perak tersebut akan rusak. Dan tanda bahwa perak tersebut telah menjadi murni ialah ketika si pengrajin perak itu dapat bercermin di cairan perak yang dimurnikan tersebut.

Jika saudara merasakan hari hari ini mengalami sesuatu yang panas, yang berat dalam kehidupan saudara, mungkin saudara sedang mengalami proses pemurnian dari Tuhan, dan ketahuilah bahwa mata Tuhan tetap tertuju kepada saudara dan Ia tidak akan membiarkan saudara jatuh tergeletak. Ia akan memurnikan kehidupan saudara sampai kehidupan saudara mencerminkan karater Kristus. Pada waktu orang-orang dapat melihat “wajah” Kristus, karakter Kristus dalam kehidupan saudara, maka saudara adalah orang-orang yang telah mengalami proses pemurnian dari Tuhan.

Beberapa waktu yang lalu seorang hamba Tuhan datang kepada saya dan berkata bahwa ia sudah putus asa dan ingin berhenti dalam pelayanan dan kembali kepada pekerjaan lamanya. Dia berpikir situasi yang dia sedang alami akan selesai jika ia mengambil keputusan tersebut. Tetapi saya berkata bahwa dia sedang masuk proses pemurnian dari Tuhan. Saya katakan kepadanya bahwa sekarang dia sedang masuk “padang gurun” dengan satu maksud agar ia semakin murni dihadapan Tuhan, dan jika ia meresponi dengan benar maka ia akan keluar dari padang gurun tersebut dan berjumpa dengan “taman bunga”. Sama seperti Tuhan Yesus yang sebelum diangkat, terlebih dahulu mengalami pergumulan hebat di taman Getsemani, demikian juga sebelum kita diangkat untuk bertemu denga Tuhan Yesus maka kita harus masuk dalam proses pemurnian.

Tuhan Yesus menyiapkan tempat tinggal bagi kita;
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Yohanes 14:13

Ini janji yang luar biasa, Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita, Ia juga yang menyiapkan bagi kita tempat tinggal untuk kita kelak tinggl bersama dengan Dia selamanya. Kita tidak pernah tahu kapan waktunya, tetapi ketika tempat kita sudah selesai Ia siapkan, maka Ia akan memanggil kita pulang untuk tinggal bersama denganNya. Oleh sebab itu saya ingin katakan, jangan gelisah hatimu. Ada orang yang gelisah, takut dalam menghadapi kematian. Tetapi saudara tidak perlu takut dan gelisah, karena bagi orang percaya, Tuhan Yesus menyediakan tempat untuk kita tinggal bersama denganNya dalam kekekalan.

Menyikapi kematian dengan benar
“Janganlah gelisah hatimu…” melalui ayat ini juga saya ingin menyampaikan bahwa ada hal-hal yang tidak perlu saudara lakukan ketika ada anggota keluarga atau siapapun yang meninggal. Sebagai orang Kristen saudara tidak perlu berdoa untuk orang yang telah meninggal. Saya sering melihat iring-iringan mobil jenasah, ada satu mobil yang mengangkut barang-barang seperti rumah, mobil, parabola, lemari, tetapi semuanya terbuat dari kertas, dengan maksud agar orang yang telah meninggal tersebut punya rumah dan segala isinya. Itu adalah hal yang sia-sia dan tidak alkitabiah, karena orang yang telah meninggal tidak dapat berhubungan dengan kita yang masih hidup didunia ini. Jika saudara hendak membalas budi kepada orang tua, lakukanlah selagi mereka masih hidup didunia ini, belikanlah rumah, mobil dan lain sebagainya ketika mereka masih hidup di dunia ini.

Kalau saudara ingin mendoakan, doakan mereka selagi mereka masih hidup didunia ini. Menurut Alkitab, kita tidak dapat mendoakan orang yang telah meninggal. Oleh sebab itu saat saudara pergi ke rumah duka, doakan dan beri penghiburan bagi anggota keluarga yang masih hidup dari orang yang telah meninggal tersebut, saudara tidak perlu berdoa didepan peti mati. Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak dapat berhubungan dengan dunia orang mati. Oleh sebab itu saudara jangan lagi melakukan tradisi meminta izin dari orang yang sudah meninggal saat saudara hendak melakukan aktivitas saudara setiap hari. Orang yang telah meti tidak dapat berhubungan dengan kita yang masih hidup di dunia, mereka yang sudah mati tidak dapat melindungi kita, menolong kita, menyertai kita. Kalau saudara butuh perlindungan, penyertaan, tuntunan, mintalah kepada Tuhan Yesus, Allah yang hidup dan berkuasa yang menyertai saudara senantiasa. Sebagai orang Kristen, saudara juga tidak perlu membangun kuburan yang besar. Ada orang yang membangun kuburan yang besar, lengkap dengan AC dan televisi, itu semua hal yang sia-sia. Kuburan adalah lambang kemenangan dari iblis. Kita tahu bahwa kuburan Yesus itu kosong, tidak ada isinya, karena Yesus telah mengalahkan maut, Ia bangkit dari kematian dan hidup selamanya. Saudara harus mengerti bahwa tempat tinggal kita bukan di kuburan, bukan didunia ini, tetapi di sorga. Saudara juga tidak perlu menaruh alkitab di peti mati, karena alkitab tidak berguna bagi orang yang sudah mati, tetapi alkitab sangat berguna bagi orang yang masih hidup. Saudara juga tidak perlu ada hari ke-3, hari ke-40, dan sebagainya, karena semua hari Tuhan berkati dan Ia jadikan baik bagi kita. Demikian juga saudara tidak perlu berdukacita berlebihan saat ada anggota keluarga yang meninggal, jangan larut dalam dukacita seperti orang yang tidak punya pengharapan. Kita harus percaya seperti yang alkitab ajarkan, bahwa satu kali kelak ketika sangkakala dibunyikan, maka Tuhan Yesus akan menantikan kita di awan-awan permai, dan orang-orang percaya yang telah meninggal akan dibangkitkan dari kubur, lalu bersama-sama dengan kita yang masih hidup, akan diangkat dan diubahkan dalam tubuh kemuliaan, lalu berjumpa dengan Tuhan dan bersama-sama dengan Dia selamanya.

Menjadi saksiNya
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kisah 1:8

Roh Kudus diberikan agar saudara dimampukan untuk menjadi saksiNya melalui pikiran, perkataan dan perbuatan. Untuk itu saudara harus mengalami dibaptis oleh Roh Kudus, dan terus menerus dipenuhi oleh Roh Kudus. Tanda awal saat seseorang dibaptis oleh Roh Kudus, dipenuhi oleh Roh Kudus untuk pertamakali, maka ia akan berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diberikan oleh Roh Kudus untuk diucapkan. Setelah saudara dipenuhi Roh Kudus dan berkata-kata dengan bahasa roh, mari gunakan bahasa roh tersebut, jangan dipadamkan, karena ada begitu banyak manfaat rohani saat saudara berkata-kata dengan bahasa roh. Dan yang terutama ialah Roh Kudus diberikan bagi saudara agar saudara dapat menjadi saksiNya, amin.

Add comment


Security code
Refresh