Kisah 1:1-3 menceritakan menceritakan bahwa setelah bangkit dari kubur, maka Tuhan Yesus berjalan berkeliling untuk menjumpai para muridNya, dan banyak dari antara para murid yang menyaksikan bahwa Yesus ialah Allah yang hidup.
Dan selama 40 hari Ia berkeliling menjumpai murid-muridNya, Tuhan Yesus banyak berbicara kepada mereka mengenai kerajaan Sorga.Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Kisah 1:4-5
Melalui ayat tersebut ada beberapa pesan yang Tuhan ingin sampaikan pada kita:
1. Nantikan Janji Bapa
Tuhan Yesus memerintahkan para murid supaya jangan meninggalkan Yerusalem, mereka harus menunggu di Yerusalem sampai janji Bapa digenapi dalam hidup mereka. Pesan Tuhan bagi kita hari ini: mari tekun menunggu janji Bapa digenapi dalam hidup kita. Pasti saudara sepakat bahwa pekerjaan yang paling membosankan ialah menunggu, apalagi menunggu dalam ketidakpastian. Beberapa waktu yang lalu saya melayani di Belanda bersama Pak Niko. Dan sebagaimana kita tahu bahwa ada letusan gunung berapi di Eslandia, yang menimbulkan abu vulkanik yang berbahaya bagi penerbangan. Puji Tuhan, saya dan rombongan pak Niko dapat tiba di Belanda beberapa saat sebelum bandara disana ditutup. Dan pada waktu itu seluruh bandara di Eropa ditutup, tidak ada penerbangan yang boleh pergi dari Eropa maupun datang ke Eropa, sehingga terjadilah kekacauan yang luar biasa di sana. Ribuan orang terlantar dan menunggu dalam ketidakpastian kapan bandara akan dibuka kembali, tidak ada kepastian kapan mereka bisa melakukan perjalanan dengan pasawat terbang. Kejadian tersebut mengingatkan saya bahwa tidak ada tempat yang aman di muka bumi ini, hanya dalam Tuhan Yesus saja ada perlindungan, haleluya!
Menunggu bisa dikatakan sebagai kegiatan yang paing membosankan. Tapi Tuhan ingin agar kita menunggu akan janjiNya digenapi dalam hidup kita. Kita ingat perumpamaan yang Tuhan Yesus sampaikan dalam Matius 25 mengenai lima gadis yang bodoh dan lima gadis yang bijaksana, mereka menunggu kedatangan mempelai pria. Lima gadis yang bodoh membawa pelita tetapi tdak membawa cadangan minyak, sedangkan lima gadis yang bijaksana membawa pelita dengan cadangan minyak. Mereka sama-sama menunggu kedatangan mempelai pria, dan karena lama menunggu akhirnya mereka tertidur. Ini juga menjadi pesan bagi kita, agar kita yang sedang menuggu kedatangan Tuhan menjemput kita di awan-awan, Jangan Sampai ada diantara kita yang tertidur secara rohani, tetapi kita harus berjaga-jaga senantiasa dan juga berdoa.
Alkitab mencatat bahwa ketika Yesus menampakkan diri selama 40 hari setelah kebangkitanNya, ada sekitar 500 orang yang berjumpa dengan Dia, dan kemudian setelah Yesus naik ke sorga, ke-lima ratus orang ini sama-sama menunggu janji Bapa. Tetapi ketika janji Bapa digenapi, hanya ada 120 orang yang tersisa yang akhirnya mengalami janji Bapa tersebut. Kemana yang 380 orang lainnya? Mereka pergi sebelum pengalami janji Bapa karena tidak sabar menunggu. Saudara, kita harus tekun menanti-nantikan janji Tuhan digenapi dalam hidup kita. Mungkin ada diantara saudara yang berkata: “saya sudah berdoa dua tahun”, atau “saya sudah berdoa dan menunggu bertahun-tahun, tetapi tidak ada terobosan terjadi dalam hidup saya”. Tetapi saya ingin katakan bahwa saudara harus tetap menunggu, karena waktu Tuhan adalah waktu yang terbaik. Alkitab mencatat banyak tokoh yang tidak sabar dalam menantikan janji Tuhan, dan hasil dari ketidak sabaran meereka bukanlah mendapatkan berkat tetapi justru sebaliknya mereka mengalami berbagai kesukaran. Contohnya ialah Lot, bagaimana ketika ia ditawari oleh pamannya yaitu Abraham, untuk memilih wilayah yang akan menjadi tempat tinggalnya. Dan Lot tanpa mempertimbangkan, dengan terburu-buru dia langsung memilih lembah Yordan, dan akhirnya ia mengalami bayak kesukaran dan pergumulan disana. Demikian juga Abraham, Tuhan telah berjanji bahwa Ia akan menjadikan keturunan Abraham seperti pasir di laut, tetapi Abraham tidak sabar menunggu. Dan akhirnya ia mengikuti saran dari isterinya untuk mengambil Hagar menjadi isterinya, lalu lahirah Ismael. Kita tahu kelanjutan kisahnya, bagaimana dampak yang ditimbulkan akibat ketidaksabaran Abraham ternyata berdampak sampai dengan hari ini. Kita ingat juga perumpamaan anak yang bungsu dalam Lukas 16, bagaimana ia memaksa meminta warisannya selagi ayahnya masih hidup. Kemudian dia menghabiskan warisan tersebut untuk berfoya-foya. Kita tahu kelanjuta kisahnya, bagaimana kahir dari perjalanan hidupnya begitu mengenaskan. Padahal ayahnya tahu waktu yang terbaik untuk memberikan warisan tersebut, tetapi si anak bungsu tidak sabar menunggu. Contoh-contoh tersebut adalah pelajaran bagi kita untuk menunggu waktunya Tuhan, karena waktunya Tuhan ialah waktu yang terbaik bagi kita.
Jika kita renungkan, memang dunia ini mengajar kita untuk “serba instant,” sehingga orang ingin agar segala hal dalam hidupnya berlangsung cepat, tanpa proses yang mau tidak mau harus kita jalani. Tetapi waktu kita berusaha menghindari proses untuk menunggu waktunya Tuhan, lalu kita mengambil jalan pintas, maka yang kita alami justru bukan seperti yang kita bayangkan, tetapi justeru kegagalan demi kegagalan, dan segala hal yang tidak baik yang terjadi. Ingat juga bagaimana Gehazi, yang tidak sabar menunggu berkat Tuhan datang dalam hidupnya, lalu dia berusaha melakukan dengan caranya sendiri, dia kejar rombongan Naaman dan meminta harta yang sebenarnya bukan bagiannya dia, setelah ia menerimanya, maka ia terkena kusta. Saudara, sekali lagi saya katakan mari nantikan waktu Tuhan, karena waktu Tuhan ialah yang terbaik.
Selama 15 tahun jemaat induk Danau Bogor Raya ada, kita merindukan, memimpikan untuk memiliki sebuah gedung gereja sendiri. Kita melihat bagaimana cabang cabang yang ada di luar kota Bogor sudah memiliki gedung sendiri, seperti cabang kita yang ada di Cibinong dan di Gunung Putri, juga cabang kita yang ada di Ciampea, mereka sudah memiliki tempat ibadah sendiri. Kita yang ada di Danau Bogor Raya sebagai jemaat induk, sudah melakukan bagian kita agar dapat memiliki gedung sendiri. Kita sudah berdoa sekian lama. Tetapi saya mengerti, bahwa waktu Tuhan ialah waktu yang terbaik bagi kita, Dia pasti berikan yang terbaik bagi umatNya yang mau menantikan waktuNya.
2. Jangan Tinggalkan Yerusalem
Apa yang dimaksud dengan “jangan tinggalkan Yerusalem?”
Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus. Zakharia 8:3
Yang pertama dikatakan bahwa Yerusalem ialah kota setia. Pesan Tuhan bagi kita: jangan tinggalkan kesetiaan saudara. Kalau saudara sudah setia beribadah, saudara sudah setia mengembalikan perpuluhan, saudara sudah setia berdoa, saudara sudah setia membaca dan melakukan firman Tuhan, saudara sudah setia melayani Tuhan, saudara sudah setia berbuat baik, saudara sudah setia menolong banyak orang, mari terus tekun melakukannya dalam kesetiaan. Kalau saudara juga sudah setia sebagai suami dan isteri, teruslah setia sebagai suami dan isteri.
Yerusalem juga disebut sebagai gunung kudus. Saudara, jangan tinggalkan kekudusan. Saudara sudah ditebus, saudara sudah dikuduskan oleh kuasa darah Yesus, jangan saudara tinggalkan kekdusan. Mari renungkan, apakah ada hal-hal dalam hidup saudara yang tidak berkenan, yang membuat saudara meninggalkan kekudusan, mari bertobat dan jaga hidup saudara tetap kudus dihadapan Tuhan.
“Jangan tinggalkan Yerusalem” berbicara juga mengenai keluarga. Tuhan berkata dalam Kisah 1:8 bahwa kalau kita menerima Roh Kudus maka kita akan menjadi saksiNya mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Ini berbicara bahwa kita akan menjadi saksiNya mulai dari Yerusalem yang berbicara mengenai keluarga, lalu Yudea yang berbicara mengenai saudara-saudara seiman, lalu Samaria yang berbicara mengenai orang-orang yang belum mengenal Tuhan, lalu sampai ke ujung bumi. Pesan “jangan tinggalkan Yerusalem” berbicara mengenai: jangan tinggalkan rumahtangga saudara. Ada peringatan dari Tuhan bagi para suami dan isteri, jangan pernah suami dan isteri ada yang berpikiran untuk bercerai. Saya sering menghadapi beberapa ibu rumahtangga yang mengadu kepada saya. Dalam kebingungan mereka bertanya kepada saya: “apa yang harus saya perbuat jika suami saya menggugat saya untuk bercerai?” Saya tegaskan kepada mereka dan berkata kepada mereka, bahwa apapun yang digugat oleh suami maupun pengadilan, jangan pernah menyetujui untuk bercerai. Ada seorang ibu yang meminta nasehat saya ketika ia harus memenuhi panggilan pengadilan untuk sidang perceraian. Dan saya katakan kepada ibu tersebut agar datang ke pengadilan, tetapi untuk bersaksi dihadapan pengadilan mengenai kebenaran firman Tuhan, apa kata firman Tuhan mengenai pernikahan Kristen. Justru jadikan kesempatan itu untuk bersaksi bahwa sekali pria dan wanita dipersatukan dalam pernikahan maka tidak boleh diceraikan oleh manusia, bahwa Tuhan membenci perceraian, dan didalam Tuhan Yesus selalu ada pertolongan dan jalan keluar atas setiap masalah. Saya dorong ibu tersebut untuk bersaksi mengenai hal tersebut, dan jangan pernah mau untuk menandatangan apapun, biarlah hakim yang memutuskan sesuai dengan bagian tugasnya.
Pengkhotbah 4:12 berkata Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. Berdasarkan penyelidikan, tali 3 lembar ialah tali yang paling kuat, bukan tali 4 lembar atau 5 lembar, mengapa? Karena tali 3 lembar saling bersinggungan satu dengan yang lain. Pada waktu pria dan wanita menikah, maka dalam pernikahan itu ada 3 pihak, yaitu suami, isteri dan pihak yang ketiga ialah Tuhan sendiri yang hadir ditengah tengah pernikahan mereka, bagaikan tali 3 lembar, maka ketika saudara menikah dihadapan Tuhan dan mengundang Tuhan untuk hadir dalam pernikahan saudara, maka Tuhan sendiri yang akan membuat ikatan pernikahan saudara menjadi kuat. Kalaupun ada salah satu yang mau meninggalkan pernikahan tersebut, maka masih ada dua pihak, yaitu salah satu pihak bersama dengan Tuhan Yesus yang hadir dalam pernikahan tersebut. Ketika salah satu pihak, entah si suami atau si isteri yang tetap berpegang dan berharap pada Tuhan Yesus, maka Tuhan pasti campur tangan untuk membela dan memulihkan pernikahan tersebut. Ketika saya menghadapi keluarga yang sedang dihantam badai, maka yang pertama saya lakukan ialah menguatkan satu pihak yang masih percaya akan pertolongan Tuhan. Saya dorong dia untuk makin mendekat kepada Tuhan, makin melekat kepada Tuhan, karena pada waktu salah satu pihak makin melekat pada Tuhan, waktu Tuhan akan datang padanya untuk memulihkan rumah tangganya. Memang ini adalah pergumulan yang tidak mudah, dan mungkin saja memakan waktu yang lama. Ada seorang ibu yang bergumul sealama 8 tahun bagi suaminya. Bahkan ada lagi seorang ibu yang sampai sekarang belum mengalami jawaban doa, tapi kita harus menguatkan hati kita, karena Tuhan memiliki waktuNya sendiri yang terbaik untuk kita, dan pertolongan Tuhan itu sifatnya kekal dan sempurna. Ketika rumah tangga kuat, maka rumah tangga tersebut akan menjadi berkat bagi banyak orang. Ketika rumah tangga saudara kuat, maka apa saja yang saudara lakukan akan diberkati Tuhan sehingga rumah tangga saudara menjadi keluarga yang berhasil dan beruntung.
3. Dipenuhi Roh Kudus
“…..Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus…”
Kita semua memerlukan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Tuhan Yesus telah berjanji bahwa Ia tidak akan meninggalkan umatNya sendirian, tetapi Ia akan memberikan Penolong yang lain, yaitu Roh Kudus yang akan tinggal beersama dengan orang percaya. Roh Kudus adalah Penolong kita. Saya bisa melayani Tuhan karena pertolongan Roh Kudus. Saudara dapat beribadah, mendengarkan dan mengerti firman Tuhan serta melakukannya, itu juga karena pertolongan Roh Kudus. Ketika saudara sendirian dan tidak ada seorangpun yang mengerti keadaan saudara dan tidak ada seorangpun yang memberikan pertolongan pada saudara, maka Roh Kudus adalah satu-satunya Pribadi yang setia menyertai sudara dan selalu siap untuk menolong saudara. Pada saat kita lahir baru maka Roh Kudus diberikan dalam hidup kita. Tetapi kita perlu mengalami kepenuhan Roh Kudus. Dan tanda awal dari kepenuhan Roh Kudus ialah berkata-kata dengan bahasa roh, seperti yang Roh Kudus berikan untuk kita mengatakannya, kemudian akan ada tanda-tanda lain yang akan mengikuti, seperti munculnya buah Roh dalam hidup kita. Pada saat kita telah dipenuhi Roh Kudus dan berbahasa roh, maka Tuhan ingin kita banyak berbahasa roh, karena pada saat kita berbahasa roh, maka sebenarnya kita sedang membangun iman kita yang mungkin lemah. Berkata-kata dalam bahasa roh juga akan mengingatkan kita bahwa dialam diri kita ada Roh Kudus. Juga waktu kita berbahasa roh, Roh Kudus menolong kita dalam berdoa, ada kata-kata yang kita tidak mengerti, iblispun tidak mengerti, hanya Bapa di Sorga yang mengerti apa yang kita lakukan. Ketikah kita tidak tahu lagi apa yang harus kita doakan, maka saat kita berdoa dalam bahasa roh, Roh Kudus akan membimbing kita untuk berdoa, bahkan doa dalam bahasa roh ialah berdoa tanpa batas kata-kata, karena Roh Kudus sendiri yang menolong kita untuk berdoa. Setiap pagi sebelum memulai segala aktivitas, maka saya berdoa minta agar Roh kudus mengurapi saya dengan pengurapan yang baru, agar saya mendapat kekuatan dari Tuhan untuk menyelesaikan segala tugas kewajiban saya. Ketika kita meminta pertolongan kuasa Roh Kudus, maka saat kita mengalami keberhasilan, tentu kita tidak dapat menjadi sombong, karena kita menyadari bahwa semua keberhasilan yang kita alami hanya karena pertolongan Roh Kudus saja.
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 14:16,27
Kita membutuhkan Roh Kudus, Dia adalah Penolong yang akan menyertai kita selamanya. Mari kuatkan hati dalam menantikan janji Tuhan dan tidak tergoda untuk membuat jalan pintas. Jangan sampai kita meninggalkan Yerusalem, meninggalkan kesetiaan dan kekudusan, juga jangan sampai kita meninggalkan keluarga kita. Dan biarlah kita senantiasa bersandar pada pimpinan dan kuasa Roh Kudus dalam hidup kita, dalam penyertaanNya, kita pasti mengalami kabikan Tuhan seumur hidup kita, Immanuel.


