“Warisan Kekal, Sebuah Gairah Untuk Kristus” Yohanes 15:5

Renungan Harian, Kamis 16 Februari 2017
"Warisan Kekal, Sebuah Gairah Untuk Kristus" Yohanes 15:5
Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 47 ; Kisah Para Rasul 19 ; Imamat 4-5
 
Ibu saya yang sudah keriput dan telah berusia 92 tahun mendongak saat saya masuk ke kamar tidurnya yang di cat hijau cerah.
"Aku menantikan untuk bisa bertemu dia lagi." Dia berhenti sejenak, "Aku merindukannya."
"Aku juga, Bu."
"Dia" adalah ayah saya. Dia sudah di surga selama hampir lima tahun sekarang. Semakin lama dia pergi, semakin aku menghargai dia. Jika saya bisa menggunakan satu kata untuk menggambarkan dirinya, itu adalah bergairah.
Dia bergairah tentang alam, tentang kehidupan, dan tentang Tuhannya.
Dia membawa saya berburu ular berbisa ketika saya masih gadis kecil untuk menunjukkannya pada kelompok Pramuka laki-laki temuan kami. (Tetangga kami tidak menghargai itu.) Dia mengisi tumpukan raksasa dokumen untuk mendaftarkan saya di Asbury University ketika saya tidak yakin saya percaya Firman Tuhan, dia memperkatakan firman itu, dan hidup seperti firman itu. Dia berdiri bersama saya ketika saya memberontak, dan membuka tangannya lebar-lebar ketika saya datang kembali.
Dia membuat saya tertawa, dan ketika sesuatu menyentuh hatinya, ia menangis. Dia menunjukkan kepada saya bahwa tidak apa-apa bagi seorang pria untuk menangis. (Kecuali dalam bisbol.)
Tapi hal yang saya suka paling tentang ayah saya adalah apa yang dia wariskan pada saya. Itu bukan uang. Itu bisa berkarat. Dia meninggalkan saya warisan sebagai mengikuti Kristus-tidak sempurna tapi penuh semangat. Ayah saya berbuah.
Dia dan ibuku adalah perwira di The Salvation Army. Seringkali, ketika ayah saya berkhotbah, dia berbaris di atas panggung, tanpa memperhatikan podium. Kadang-kadang, dia akan ambil memegang kerah bajunya, menghadap ke arah jemaat, memandang ke dalam cermin imajiner, menunjuk jarinya dan berkata, "Ray Wert, apa yang akan kamu lakukan untuk Yesus hari ini?"
Ini pertanyaan yang bagus. Sebuah pertanyaan yang valid.
Saya bisa tahu isi Alkitab dari belakang sampai ke depan, tetapi jika saya tidak memberitahu seseorang tentang Yesus, atau lebih baik lagi, menunjukkan kepada mereka siapa Yesus, apa gunanya?
Kitab Yakobus semua tentang itu. Percaya. Perbuatan.
Ayah saya melakukan itu. Hari ini, saya berlutut dan berdoa, saya baca Buku Lagu Salvation Army milik ayah. Dia meletakkan tanda kurung di sekitar syair yang ditulis oleh Charles Wesley.
"Yesus, meneguhkan keinginan hatiku
Untuk bekerja dan berbicara dan berpikir untuk Engkau;
Ijinkan aku menjaga api suci,
Dan masih membangkitkan karunia-Mu dalam diriku."
Sebelum syair tersebut, ia menulis tempat dan waktu, setelahnya dia menulis dalam bukunya dengan huruf kapital, coretan tangannya yang kidal, "JANGAN BIARKAN API ITU MATI."
Yesus berbicara tentang menghasilkan buah dalam Yohanes 15:15-17
Bagian ini mengatakan tidak hanya kita bersahabat dengan Kristus, tapi kita diperintahkan untuk berbuah. Untuk memberitahu orang lain tentang Dia. Untuk mengijinkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita sehingga orang lain akan bertanya tentang Tuhan kita.
Ayah saya melakukan itu. Saya melihat hidup saya dan menginginkan hal yang sama. Untuk meninggalkan warisan abadi. Untuk memiliki kehidupan yang berbuah.
Maukah kamu? Mungkin kamu perlu berdiri, melihat ke cermin dan berkata, "Apa yang akan kamu lakukan untuk Yesus, hari ini?"
Menyalakan api untuk Yesus. Jangan sampai api itu mati.
(Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *