top

“Tuhan Menulis Novel, Bukan Sitkom” Mazmur 139:15-16

Renungan Harian, Jumat 20 Januari 2017
"Tuhan Menulis Novel, Bukan Sitkom" Mazmur 139:15-16
Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 20 ; Matius 20 ; Kejadian 39-40

Coba angkat tanganmu, berapa banyak dari kamu yang tahun lalu mengharapkan suatu terobosan? Kamu mungkin punya impian saat masuki tahun baru kamu memiliki sesuatu yang istimewa. Jangan malu. Kita semua mungkin memanjatkan doa secara diam-diam meminta apa yang dirindukan hati kita pada tahun lalu.
Kamu berdoa, kamu menunggu, kamu bahkan mungkin puasa. Jadi apa yang terjadi? Saya harap saya punya jawaban untukmu. Tetapi apa yang bisa saya sampaikan adalah kamu belum sampai di akhir kisahmu, mungkin hal itu masih dalam perjalanan. Ijinkan saya menjelaskannya.
Ya, di Alkitab ada banyak hal yang "tiba-tiba" terjadi. Elia tiba-tiba naik ke sorga dalam angin badai (2 Raja-raja 2:11). Yesus tiba-tiba menampak diri pada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya menurut Matius 28:9. Bahkan Tuhan menciptakan alam semesta hanya dalam waktu kurang dari satu minggu (Kejadian 2:2).
Sesuatu bisa saja terjadi dalam waktu cepat, namun kebanyakan tidak demikian, saya menemukan banyak mukjizat Tuhan terjadi secara pelan-pelan. Ketika saya mempelajari Perjanjian Lama, saya menemukan kisah demi kisah dimana orang-orang menantikan Tuhan. Bayangkan Abraham atau Daud... Orang-orang ini menunggu selama bertahun-tahun hingga Tuhan menggenapi janji-Nya. Baik itu menunggu anak yang dijanjikan ditengah-tengah kemandulan atau bersembunyi dalam goa berharap dirinya tidak dibunuh oleh musuh, mereka adalah orang-orang yang mengalami ketakutan namun imannya tidak tergoncangkan.
Bayangkan tentang kelahiran Yesus. Kedatangan Mesias sudah dinubuatkan oleh banyak orang dari generasi ke generasi. Banyak pahlawan iman mati dalam keadaan masih menantikan untuk bisa melihat janji itu digenapi.
Kita hidup dalam jaman sesudah jaman Yesus, tetapi jika kita bertanya kepada nabi seperti Yesaya apa rasanya saat itu, saya yakin mereka akan berkata, "Rasanya lama sekali hingga Kristus tiba disini."
Saya ungkapkan semua itu untuk menyatakan bahwa Tuhan adalah penulis novel, bukan sitkom. Dia spesialisasinya mukjizat yang membutuhkan waktu. Dia tidak secara murahan membungkus cerita kita hanya dalam waktu setengah jam. Dia membuat seting kejadian dan penokohan yang kuat dan membuat alur cerita yang detail hingga akhir kisahnya.
Saya sedang menulis novel saat ini, dan saya bisa mengatakan bahwa hal itu membutuhkan waktu. Saya membuat latar belakang cerita dan alur cerita yang menarik. Saya harus membawa tokoh cerita saya melewati berbagai hal gila agar bisa membawa kepada akhir kisah yang sempurna, yang sudah saya rencanakan. Kadang saya menjadi frustrasi karena betapa lama waktu dibutuhkan untuk membuatnya, saya melaluinya dan ingat bahwa Tuhan juga penulis. Dia menulis kisah hidup saya dan Dia juga menulis kisahmu. Kadang terasa sangat lama, tetapi percayalah, akhir kisahnya sungguh sepadan. (Jennifer E. Jones)
Tuhan menuliskan kisah kehidupan, dan akhir kisahmu adalah happy ending, karena Dia tidak pernah merancangkan kecelakaan.
(Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Post a Comment

Where to find us

Chapel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur elit sed do eiusmod tempor incididunt.
a
[contact-form-7 404 "Not Found"]