“Tersandung Kerikil Kecil” Yosua 1: 3

Renungan Harian, Kamis 27 Oktober 2016
"Tersandung Kerikil Kecil" Yosua 1: 3
 
Kehidupan ibarat sebuah perjalanan saja. Seperti pepatah yang mengatakan, ‘Kita hanyalah peziarah yang lewat saja’ atau ‘dunia ini bukanlah rumah kita’. Surga adalah rumah akhir bagi kita. Tetapi saat kaki kita masih berpijak di bumi, Alkitab berkata bahwa setiap tempat yang kita injak adalah milik kita. Kita adalah para penguasa di dunia.
Namun, di sepanjang perjalanan kita di bumi banyak kali kita tersandung oleh kerikil-kerikil kecil. Kaki kita terluka dan kita harus menunda perjalanan. Kerikil-kerikil ini bisa berupa gangguan yang disebut kesibukan. Kita sibuk dengan pekerjaan, keluarga, gereja dan diri sendiri. Jika kita mau mendengar suara Tuhan, Dia mungkin akan berkata, “Anakku, Aku ingin engkau melepaskan semua kesibukan itu dan biarkan Aku menempatkanmu dimanapun Aku bisa memakaimu dengan luar biasa.” Bukankah kita menginginkan kehendak yang sempurna dari Tuhan? Jika saat ini rasanya ada suatu perasaan terperosot dan semakin menjauh dari Tuhan, mulailah mundur dan periksa kembali apa yang menjadi panggilan sejatimu.
Baru-baru ini, saya menghadiri sebuah retreat. Puji Tuhan, saya terus berdoa agar saya bisa peka mendengar suara-Nya dan memberi saya arahan yang jelas atas hidup saya. Lalu pembicara menyampaikan tentang bagaimana gambaran kedekatan dengan Tuhan dan fakta bahwa kita memang mudah sekali terganggu oleh kesibukan. Roh Kudus mulai berbisik bahwa saya harus melepaskan posisi kepemimpinan saya dan siap melakukannya. Lalu saya diingatkan dengan ayat 2 Korintus 13: 1, “Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah.”
Setelah itu, saya kembali mendapatkan konfirmasi kedua dari seorang teman. Saat dia berdoa, dia berkata, “Kamu sedang terganggu akan panggilanmu. Kamu akan mengajar,” katanya. Saat itu sedikit dari lembaran perjalanan saya mulai terungkap.
Apakah belakangan ini Anda merasa sedang tersandung kerikil-kerikil kecil? Saya mendorong Anda untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Dalam kasus saya, kerikil gangguan itulah yang membuat saya harus mengoreksi kembali perjalanan hidup saya.
Mari terus menemukan panggilan kita. Saat kita bertumbuh, kita bisa membantu orang lain untuk tidak tersandung kerikil kecil saat mereka melakukan perjalanan untuk mencapai tujuan spiritual mereka. – Cathy Irvin
Jangan biarkan kaki kita tersandung oleh kerikil-kerikil gangguan dunia ini dan mengalihkan fokus kita dari Tuhan
(Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *