TEROBOSAN DIPERTAJAM SECARA ROHANI

Shalom... Haleluyahhh, puji Tuhan... dimasa pandemi Covid 19 dan resesi ekonomi saat ini, Tuhan mau kita memperhatikan beberapa hal, yaitu bagaimana perasaan dan pikiran kita? Apakah situasi dan masalah yang ada membuat perasaan dan pikiran kita tertuju pada kesulitan, persoalan dan sikon pandemi yang belum tuntas? Apakah kekuatiran, kegalauan akan situasi, masa depan mengganggu perasaan dan pikiran kita sehingga kita jadi sulit bersekutu dengan Tuhan? Atau mungkin sulit mendengar suaraNya untuk mendapatkan jalan keluar dari persoalan, tantangan, masalah kehidupan kita?

Ada dua hal yang perlu kita perhatikan yaitu bagaimana mengenai perasaan dan pikiran kita? Apakah perasaan dan pikiran kita tumpul, artinya tidak dapat mengerti apa yang ada di hatiNya dan pikiranNya? Atau sebaliknya dalam situasi seperti ini, kita banyak aktifitas di rumah dan memprioritaskan hubungan kita dengan Tuhan sehingga pikiran dan perasaan kita makin dipertajam menangkap pikiranNya dan perasaanNya?

Efesus 4:19 "Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran". Orang yang sering kali tidak taat pada suara Roh Kudus dalam hatinya, mengingkari Firman yang dia terima dengan memakai logika atau pemikirannya sehingga tidak melakukan kebenaran, cepat atau lambat akan membuat perasaan dan pikirannya menjadi tumpul, tidak sensitive lagi pada apa yang ada di hati dan pikiran Tuhan. Pada saat perasaan seseorang menjadi tumpul, orang tersebut jadi sulit merasakan perasaan Tuhan, apa yang jadi kehendak Tuhan dan apa yang tidak Tuhan kehendaki untuk hidupnya. Dan dampaknya adalah dengan mudah orang tersebut menyerahkan diri pada hawa nafsu, apa yang menjadi keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup, dan parahnya dapat mengerjakan keserakahan segala macam kecemaran. Oleh karena itu kita perlu menjaga supaya pikiran kita tidak menjadi tumpul.

2 Kor 3:14 "Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya". Pikiran yang tumpul dapat terjadi pada orang percaya sekalipun, karena ada selubung yang menutupi pikirannya, karena prinsip, pola pikir, presepsi atau hal-hal yang dipegang tetapi tidak sesuai dengan kebenaranNya.

Ada tiga hal yang menjadi penyebab pikiran dan perasaan seseorang dapat tumpul, di mana kita perlu memeranginya yaitu: pertama, KEDEGILAN. Arti kata degil menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah: "tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu".

Efesus 4:"17) Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18) dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka". Karena kedegilan hati maka semua nasehat yang membangun dan ditujukan agar hidup kita lebih baik, tidak dituruti. Orang yang degil hati biasanya keras kepala, sulit dikasitau dan hanya berpegang kokoh, bahkan ngotot dengan pendapatnya dan pemikirannya.

Markus 7:20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,(21) sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,(22) perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.(23) Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Hal kedua yang perlu diperangi penyebab perasaan dan pikiran tumpul adalah KESOMBONGAN. Arti sombong dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah: "menghargai diri lebih ". Ciri utama orang yang sombong adalah tidak mau belajar, tidak mau diajar, merasa diri lebih/ mampu. Yakobus 4:6 "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati". Orang yang sombong karena tidak mau belajar, tidak mau diajar, juga sulit untuk dibertahukan hal kebenaran sekalipun, karena merasa dirinya lebih tahu, lebih mampu, sehingga hal ini dapat menyebabkan orang menjadi tumpul perasaan dan pikirannya.

Hal ketiga yang perlu diperangi penyebab perasaan dan pikiran tumpul adalah KEBEBALAN. Arti kata bebal dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah: sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh. Sekalipun sudah diberitahu berkali-kali, dengan intonasi yang keras sekalipun, orang bebal sulit mengerti, lebih memegang pengertiannya sendiri.

Tiga hal ini, kedegilan, kesombongan dan kebebalan harus dihancurkan karena menghambat kita untuk mengerti pewahyuan, tuntunan Tuhan dan kegerakanNya. Kita tidak bisa mengikuti, mengalami kehidupan dalam Dimensi yang baru (New Dimension) karena pikiran dan perasaannya tumpul. Jangan sampai ada yang tertinggal dalam kegerakan di Era Pentakosta ketiga ini hanya karena pikiran dan perasaan kita tidak dipertajam.
Oleh karena itu mari kita pelajari bagaimana respon yang benar supaya kita mempunyai perasaan dan pikiran yang dipertajam. Kunci utamanya dari Yesaya 50:4b "Setiap pagi ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid". Waktu telinga rohani kita dipertajam tiap pagi, maka kita akan dapat mendengar suara Tuhan, teguranNya, didikanNya, peringatanNya, nasehatNya. Responi dengan pertobatan, jika ditegur Tuhan. Terus minta pikiran dan perasaan Kristus ada dalam hidup kita, dengan kerendahan hati untuk diubahkan terus oleh kuasa Roh Kudus sehingga kita makin serupa dengan Kristus. Minta pengurapan Roh Kudus sehingga dimampukan untuk menangkap dan ikut dalam kegerakan penuaian yang terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali.

Dampak kalau pikiran dan perasaan kita dipertajam maka kita akan alami 2 Kor 3:18 "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar". Maranatha.. Tuhan Yesus datang segera!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *