“Orang Yang Mau Bertumbuh Dalam Tuhan Harus Berakar Didalam Tuhan”

Renungan Harian, Kamis 9 Agustus 2018
"Orang Yang Mau Bertumbuh Dalam Tuhan Harus Berakar Didalam Tuhan"

Orang yang mau bertumbuh dalam Tuhan harus berakar didalam Tuhan. Berakar artinya seseorang harus ada hidup keintiman dengan Tuhan, intim dengan doa, pujian, dan penyembahan, intim dengan Firman Tuhan. Berakar ke dalam, bertumbuh ke atas, pada waktu kita bertumbuh ke atas, maka iman kita semakin dikuatkan, semakin dikokohkan, semakin kita mencerminkan Kristus artinya kita berbuah lebat bagi orang sekitar kita, sehingga orang lain lihat hidup Kristus di hidup kita.
Setiap orang harus bertumbuh! Pertumbuhan dalam jasmani dari lahir, bayi, merangkak, duduk, berjalan akhirnya menjadi tua. Berbeda dengan kerohanian, kerohanian tidak pakai tenggang waktu. Semakin kita rindu dengan Tuhan, semakin cepat rohani itu bertumbuh. Untuk bertumbuh secara rohani kita perlu mengikuti tiga langkah, namun urutannya tidak boleh di bolak-balik.
1. Mengenal Tuhan Yesus itu sangat penting, kalau kita tidak mengenal Tuhan, maka seseorang tidak akan dapat mengasihi apalagi percaya kepada seseorang yang tidak dikenal.
Pengenal akan Tuhan itu harus menjadi utama, prioritas dalam hidup kita. Tidak ada yang lain! Setiap orang mengasihi Tuhan itu kadarnya berbeda-beda. Kenapa? Unsur pertama karena pengenalannya. Kasih itu harus mulai dari pengenalan. Mengenal Tuhan Yesus itu sangat penting, kalau kita tidak mengenal Tuhan, maka seseorang tidak akan dapat mengasihi apalagi percaya kepada seseorang yang tidak dikenal (Matius 16:15). Pendapat Tuhan itu kita dapatkan dari pengenalan kita kepada Tuhan. Inilah makannya Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus, dan rekan-rekannya, murid-muridNya “Tetapi katamu, siapakah Aku ini?” Karena Yesus mendengar, orang lain bilang “Engkau adalah Elia, Engkau salah seorang nabi, dan lain sebagainya.” Semua orang punya pendapat, tapi Tuhan mau bertanya pendapat kita secara pribadi.
Ayub dikatakan dalam Fiman Tuhan seorang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan. Ayub yang demikian kudus masih mengalami kesusahan (Ayub 42). Kekristenan bukan agama, tetapi tentang kita mengenal Tuhan. Ini soal pribadi kita dengan Tuhan. Kekristenan itu bukan agama! Kalau agama itu manusia mencari Tuhan, tetapi keKristenan itu Tuhan mencari kita. Kita harus mengenal Tuhan. Dia mau kita mengenalNya. Sedalam apa pengenalan kita akan Tuhan, itulah akan buntu menjadi kasih kita yang lebih dalam kepada Tuhan. Tidak heran, banyak dari hamba-hamba Tuhan banyak mengajak kita untuk masuk menara doa, banyak intim dengan Tuhan, banyak pujian & penyembahan untuk apa? Sebetulnya untuk belajar mengenal Tuhan Yesus!
Hidup dengan Tuhan itu pengalaman pribadi. Keselamatan itu masing-masing! Keselamatan itu pengenalan kita akan Tuhan. Mengenal Tuhan itu segala-galanya! Janganlah orang bijakasana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya. Janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya. Tetapi siapa yang mau bermegah baiklah bermegah karena bahwa ia memahami dan mengenal Aku. Pengenalan kita hanya dengan Tuhan, keintiman kita dengan Tuhan bukan untuk disombong-sombongkan. Apa yang rohani itu bukan untuk kesombongan, bukan untuk peringkat masuk surga tapi untuk membangun kita menjadi serupa dengan Kristus. Sebab itu mengenal Allah itu harus jadi yang terutama dalam hidup kita, tidak ada yang lain!

Kesimpulan menjadi orang benar itu, orang benar itu hidup karena percaya bukan karena melihat! Ikut Tuhan itu karyanya bukan mendadak, diberkati bukan mendadak bagi Tuhan, tapi bagi Tuhan kalau dia mau bikin satu malam jadi bisa, tapi Dia kasih segala persiapan, agar waktu kita diberkati tidak hilang dari Tuhan. Jangan kita anggap semua keuntungan, keberhasilan itu datang dari pada Tuhan, kita sedang menagalami jebakan! Tanya Tuhan!
Bagi Tuhan, istilah dunia sebenarnya ‘tak kenal maka tak sayang! Jangan protes! Makin kita protes makin kita membuktikan kita tidak punya keintiman dengan Tuhan, makin kita mengeluh makin parah, persoalan makin berat, semakin kita mengeluh larilah ke Tuhan, cari Tuhan! Apa yang kita baca Firman Tuhan makin diingatkan Firman Tuhan. Dengan mengenal Allah maka kita sayang dengan Tuhan (Yohanes 17:3) dengan ayat ini ada kita melihat hubungannya antara hidup kekal itu ada hubungan dengan mengenal Tuhan. Mengenal Allah itu membuat orang berani! Semakin kita dalam kita mengenal Tuhan, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dimanapun kita berada.

- Ternyata hidup kekal itu sama dengan mengenal Allah.
Kapan kita memulai mengenal Allah? Mengenal Allah harus dimulai sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Lebih lagi mengenal Allah! Dengan apa? Dengan doa! Doa akan mengubah segala sesuatu, yang tidak mengerti akan menjadi mengerti. Doa akan menyelesaikan masalah kita. Setelah kita berdoa? Teguh baca Firman Tuhan. Baca Firman Tuhan hanya dengan diam, Firman Tuhan mengatakan “Iman timbul dari pendengar, pendengar dari baca Firman Tuhan!” Baca yang kuat! Baca Firman Tuhan karena itu iman. Iman itu boleh muncul, iman itu tidak logika, iman itu tidak fakta!
Nuh dikatakan bergaul dengan Tuhan, Musa dikatakan sahabatnya Tuhan, Daud dikatakan orang yang berkenan dihadapan Tuhan, macam-macam tipe! Tapi hari ini semua itu mengenal Tuhan, karena mengenal Tuhan itu keputusan pribadi kita, tidak bisa orang memaksakan kita. Kitalah yang harus memiliki kerinduan untuk mengenal Allah.

2. Percaya dan mempercayakan diri adalah dua hal berbeda
Setelah kita mengenal Tuhan, kita akan mempercayai Tuhan. Percaya itu percayakah kita kepada Tuhan adalah Juruselamat kita? Kita pasti percaya! Tetapi mempercayakan diri adalah kita berani mempertaruhkan seluruh hidup kita, sehingga Tuhan hadir dalam hidup kita.

3. Mengasihi Tuhan Yesus
Setelah kita mengenal Tuhan, mempercayai Tuhan, baru kita bisa mengasihi Tuhan. Mari kenal Tuhan dulu agar kita tidak goyah mengenal Tuhan. Kalau kita tau siapa Tuhan kita, siapa sih Dia dengan cara apa? Baca Firman Tuhan setiap hari! Bacanya dengan bersuara! Sehingga kita mengasihi Tuhan.
Mengasihi Tuhan itu kalau kita kita sudah mengasihi Tuhan, baru dampaknya bisa mengasihi sesama. Tapi terkadang manusia aneh, bilang dia mengasihi Tuhan “lihat tuh orang—orang miskin gue bantu” tapi perpuluhan tidak pernah memberi! Maksudnya adalah yang utama harus jadi pertama. Jangan yang kedua yang keliahatan manusia jadi yang pertama. Tidak! Bagi Tuhan tidak bisa! Tidak bisa dibolak balik. Jadi jika kita mengasihi Tuhan, kita memberi itu memang wajar. Tapi jika kita mengenal Tuhan, kita mengasihi Tuhan tapi tidak memberi, itu namanya kurang ajar! Malah tidak wajar. Mengasihi Tuhan, sudah pasti mengasihi sesama. Kerelaan untuk melayani itu mucul jika kita sudah mengenal Tuhan, mengasihi Tuhan baru bisa melayani (Yohanes 14:10,12). Dalam jasmani juga sama. Melayani itu karena kita mengasihi, karena kita sudah mengenal. Jika kita sudah mulai memahami, mengenal, mengasihi orang lain maka kita akan mengatur hidup orang. Karena hidup setiap orang itu unik dihadapan Tuhan. Tidak ada orang yang sama. Banggalah terhadap ke khususan terhadapan kita, tapi bukan aneh ke khususan kita mengenal Tuhan.

Pelayanan yang dahsyat itu bukan kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, melainkan Tuhanlah yang melakukan sesuatu melalaui kita.
Bertumbuh semakin mengenal, mengasihi, melayani Tuhan.
Tuhan yang tidak dikenal tidak dapat dipercayai, dicintai, dilayani, dipuji, disembah dengan sejati dan segenap hati. Maksudnya kita mengenal hidup dari kematian, kita punya Allah yang hidup. Kita punya Allah yang hidup dari kematian. Allah yang hidup tidak pernah minta, kita yang diperkaya karena langit dan bumi Tuhan yang punya. Semakin kita memberi semakin kita kaya.

Keutamaan mengenal Tuhan:
Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita mengasihi Tuhan, semakin kita memuliakan Tuhan kita akan melayani/pekerjaan Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Ringkasan Khotbah: Pdt. . Immanuel Sutopo
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Note: Apabila Saudara ingin memesan dvd khotbah GBI Danau
Bogor Raya bisa menghubungi Sekretariat Kantor Gereja (0251) 8351059

No Comments Yet.

Leave a comment