Menjadi Penuai-Penuai Di Akhir Zaman (Bagian 1)

Kisah Para Rasul 15:15-18 "Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milikKu demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula."

 

DNA gereja kita adalah Restorasi Pondok Daud. Saya dipanggil menjadi hamba Tuhan dengan satu tugas khusus, yaitu untuk menjadi alat Tuhan untuk merestorasi Pondok Daud. Apa maksud Tuhan merestorasi Pondok Daud? Supaya semua orang lain mencari Tuhan, dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang Kusebut milik-Ku, artinya supaya segala bangsa diselamatkan! Supaya terjadi penuaian jiwa yang terbesar! Gereja mempunyai tugas yang  diberikan oleh Tuhan untuk menuai jiwa-jiwa melalui Restorasi Pondok Daud.

Inilah yang diucapkan oleh Yakobus di dalam sidang di Yerusalem, yaitu sidang tentang bangsa-bangsa lain selain bangsa Israel yang diselamatkan. Ternyata orang-orang Yahudi itu tidak rela kalau bangsa-bangsa lain turut memperoleh keselamatan seperti apa yang mereka dapatkan, sehingga mereka berkata,

"Pokoknya bangsa lain kalau mau selamat harus disunat dan harus mengikuti hukum Musa!" Kemudian Petrus berdiri dan berkata, "Mengapa kamu mau mencobai Allah dengan memberikan kuk kepada mereka (artinya kepada kita)? Satu kuk yang tidak mungkin kita pikul, nenek moyang kita tidak dan kita pun tidak bisa, Mengapa? sebab kita tahu keselamatan itu bukan karena disunat, bukan karena mengikuti hukum Musa, tetapi karena kasih karunia daripada Tuhan Yesus" (Kisah Para Rasul 15:10-11)

Setelah mereka ramai berdebat, tiba-tiba mereka diam. Kemudian Barnabas dan Paulus berdiri, mereka bersaksi bagaimana Tuhan memakai mereka untuk memenangkan orang-orang dari bangsa lain selain dari bangsa Yahudi.
Kemudian Yakobus berdiri dan seperti apa yang kita baca tadi dia berkata, "ini restorasi Pondok Daud, ini adalah penggenapan daripada apa yang terjadi hari-hari ini, yaitu bangsa-bangsa lain selain bangsa Yahudi juga diselamatkan" 

Jadi Restorasi Pondok Daud itu berbicara tentang penuaian jiwa yang terbesar. Saya selalu katakan 'yang terbesar' mengapa? Sebab tadinya keselamatan hanya untuk orang Yahudi, tetapi sekarang untuk bangsa-bangsa lain termasuk Saudara dan saya!

DNA Gereja Kita Adalah Restorasi Pondok Daud

Hari-hari ini sedang memasuki masa penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Tuhan ingatkan kembali bahwa DNA Restorasi Pondok Daud itu sebenarnya bukan hanya untuk gereja kita saja, tetapi seharusnya menjadi DNA-nya semua gereja! Dan Tuhan memberikan beberapa konfirmasinya:

  1. Tanggal 28 April 2016, melalui  Pentecostal Theological Seminary dan Church of God, kita diberikan 'Chair', yang namanya Restorasi Pondok Daud. Dulu saya mendapat itu secara profetik, tetapi sekarang Tuhan bakukan menjadi sebuah disiplin ilmu dan itu akan diajarkan di seluruh dunia.
  2. Chuck Pierce pernah menubuatkan bahwa saya akan dipakai dalam hal healing. Di bulan April 2016, kembali beliau mendapatkan bahwa hari-hari ini bahwa Tarbenakel Daud itu sedang di pertontonkan dan dimunculkan di muka bumi ini. Dan ini akan berpengaruh terhadap budaya-budaya agama yang lain. Dan itu merupakan proto-type untuk gereja masa depan
  3. Bulan Juni 2016, Rev. Jacob Kurien menubuatkan saya dalam MDPJ di SICC. Dia melihat saya sedang membawa obor seperti pelari Olimpiade ke bangsa-bangsa untuk menyalakan api kebangunan rohani di bangsa-bangsa. Dan Tuhan berkata kepada saya, "Pemahaman tentang kebangunan rohani yang kau terima itu tidak akan sama dengan yang diterima oleh orang lain" Karena itu kadang-kadang saya dikatakan sebagai orang yang kontroversial dan itu tidak apa-apa juga karena memang pemahaman yang saya terima dari Tuhan itu kebanyakan berbeda, tetapi setelah dijelaskan baru mereka mengerti.
  4. Tanggal 17 Agustus 2016, Rev. Cindy Jacob datang ke Indonesia alam acara impact Conference di Emporium Pluit, dan beliau menubuatkan tentang saya sebagai berikut: "Dan Tuhan katakan, "Engkau akan masuk dalam satu musim yang baru. Aku akan berikan kamu kantong anggur yang baru untuk musim yang baru ini karena Tuhan katakan, "Ini waktu penuaian! Ini waktu penuaian!". Dan Tuhan katakan, "Ini adalah waktu untuk menuai bangsa-bangsa!" Dan Tuhan katakan, "Aku akan memakai engkau untuk melakukan kegerakan penanaman gereja yang mencakup seluruh bumi! Dan Tuhan katakan, "Pesan pemulian Pondok Daud akan membuka bangsa-bangsa!" Dan Tuhan katakan "Aku akan memakai engkau untuk mengutus para musisi dan misionaris doa untuk pergi ke ujung-ujung bumi dan tempat-tempat dimana mereka injak, mereka akan menanam gereja disitu!" Dan Tuhan katakan, "Aku sedang memberi peningkatan pengurapan mujizatmu, engkau akan meminta kepada-Ku lebih lagi dan Aku akan berikan lebih. Ini adalah tujuan hidupmu, anak-Ku." Tuhan katakan, "Sama seperti waktu di zaman Smith Wigglesworth yang meninggalkan warisan apostolik, engkau akan menjadi Rasul Kesembuhan, Rasul Pemulihan Pondok Daud" Dan Tuhan katakan, "Musim penuaian telah mulai!" Haleluya!

Tahap-tahap Restorasi Pondok Daud

Mari melihat bagaimana cara Tuhan dalam kurun waktu 25 tahun merestorasi doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Kita akan membaginya menjadi kurun waktu 5 tahun-an dari 25 tahun tersebut:

  1. Lima Tahun Pertama (1988-1993) Restorasi dalam Pujian dan Penyembahan
    di lima tahun ini, Tuhan banyak memberikan lagu-lagu baru kepada saya dan dalam setiap setipa kali saya berkhotbah hanya berbicara mengenai puji-pujian dan penyembahan. Banyak orang berkomentar, "Itu apa khotbahnya Pak Niko? Dangkal! Muji-nyembah, muji-nyembah ...", tetapi ada embel-embelnya, "tapi heran ya, kenapa yang datang kok banyak?"
    Saya ingin bersaksi bagaimana Tuhan memberikan kepada saya lagu-lagu baru dan tibalah saatnya saya harus merekam lagu-lagu itu. Pertama kali akan merekam album pertama, tiba-tiba saya kena flu berat. "Waduh, bagaimana ini? Studionta sudah disewa, semua orang sudah siap semua dan saya harus hadir! Di dalam kondisi flu berat, saya bernyayi dengan suara 'parau-nya' luar biasa. Saya berpikir, "ini hasilnya pasti tidak karu-karuan" Pada waktu kaset itu jadi, saya diminta untuk mendoakan dan saya doakan. Lalu mereka bertanya, "Pak Niko mau mendengarkan tidak?" Saya jawab "Tidak ... tidak" sebab saya tau ini pasti jeleknya luar biasa. Tiga bulan setelah itu tiba-tiba saya mendengar orang-orang diluar berkata, "Wah itu kasetnya Pak Niko yang pertama, banyak membuat kesembuhan. banyak orang yang bertobat!" 
    Setelah itu saya baru mau mendengarkan kasetnya tersebut dan benar suaranya tidak karu-karuan, tetapi ini pelajaram pertama yang Tuhan berikan kepada saya, dan kepada gereja ini:
    "Justru di dalam kelemahanmu-lah kuasa-Ku jadi sempurna!" 
    "Bukan dengan keperkasaan, bukan dengan kekuatan tetapi oleh Roh-Ku" kata Tuhan
    Sampai hari ini saya selalu berkata kepada Tuhan, "Tuhan, kalau Engkau tidak menuntun aku, jangan suruh aku bergerak" seperti kata Musa.
    Saya tidak bisa apa-apa, kalau bukan Tuhan yang menyuruh saya, saya itu 'NOL BESAR'! apa yang saya lakukan itu semua Tuhan karena Tuhan yang menyuruh, meskipun orang tidak mengerti dan ada yang salah paham, saya tidak peduli.
    Di tahun 1993, Tuhan memberikan visi dari Yesaya 54:2-3 "Lapangkanlah tempah kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokMu!
    Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi."
  2. Lima Tahun Kedua (1993-1998) Restorasi dalam Doa, Pujian dan Penyembahan
    Tuhan memberikan ayat dari Yesaya 56:7-8 "...rumah-ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa..." dan Tuhan katakan, "Kalau kamu lakukan itu, Aku akan menambahkan jiwa-jiwa yang bertobat"
    Kita mulai dengan doa puasa setiap hari Sabtu. Ini adalah puasa kebersamaan. Setelah itu kita mulai doa keliling, doa peperangan dan lebih menekankan tentang bahasa Roh.
    Tiba-tiba saat saya membaca buku dari Peter Wagner di situ ada sebuah kalimat, "Penginjilan yang paling efektif dengan cara membuka gereja baru" Itu menjadi rhema. Saya lalu bertanya, "Tuhan, bagaimana caranya untuk membuka gereja baru?" Tuhan menjawab "Kamu kan punya Family Altar (yaitu cell group sekarang namanya 'COOL') kamu ambil 5 FA dan jadikan satu gereja. Ambil 7 FA, jadikan gereja. 10 FA jadi gereja! Lakukan itu sebagai kelompok intinya dan nanti akan berkembang menjadi gereja." Itu saya lakukan dan dalam tempo hampir 2 tahun, ada hampir 200 gereja baru ditanam! Waktu itu saya dimaki-maki orang karena itu bukan hanya membuat gempar Jakarta, tetapi seluruh Indonesia gempar!

No Comments Yet.

Leave a comment