“Yesus Gembalaku Yang Baik” Mamur 23:1

Renungan Harian, Rabu 1 Juni 2016
"Yesus Gembalaku Yang Baik" Mamur 23:1

Dalam beberapa kitab menyebutkan Yesus sebagai gembala kita. Salah satu bagian Alkitab yang paling kita kenal ada pada Mazmur 23:1-4, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”
Meskipun demikian, budaya saat ini istilah “gembala” akan sulit untuk dipahami. Saya berpikir, cara ini hingga pada suatu hari nanti memberikan suatu gambaran pesan Yesus ketika Ia menyebut kita sebagai domba dan Ia adalah gembala.
Suatu hari, saya dan bersama kedua orang tua memutuskan untuk pergi berkendara di ATV (All Terrain Vehicle-kendaraan berat bermotor) dekat rumah kami. Saat itu aku tidak diijinkannya, jadi aku naik dengan ayah saya di belakang ATV nya. Mengendarai itu sangat menyenangkan, dan aku menikmati hari yang indah itu.
Kami mengendarainya selama kurang lebih satu jam, saat kita berada diujung bukit dan tiba di sebuah lembah kecil, ayahku memperlambat jalannya, dan aku melihat kearahnya untuk mencari tahu kenapa. Aku tersentak dan kaget pada apa yang aku lihat.
Ada domba mati di mana-mana, berada pada tahap pembusukan. Sebuah tengkorak dengan mata berongga menatapku. Tulang-tulang pun berserakan terlihat putih karena cahaya matahari. Beberapa sebagian masih terlihat bulunya dan otot-otot. Aku melihat ada yang bergerak dan menyadari domba itu sedang mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah saya. Dan beberapa masih hidup!
Hatiku tercengang melihat harapan dari domba tersebut dan melihat keputusasaannya untuk tetap mengangkat kepalanya. Dia nyaris tidak hidup, dan gagak pun mematuki tubuhnya. Bagaimana saya ingin menyelamatkan dia dan membawanya keluar dari tempat ini! Dia tidak boleh berada di lembah ini bersama dengan domba mati lainnya. Tapi tak ada yang bisa saya lakukan. Seolah-olah merasakannya, domba tersebut meletakkan kepalanya lagi, dan memilih untuk menyerahkan diri.
"Ayah," kataku. "Ada apa dengan mereka?"
"Ini adalah tempat untuk domba yang sakit," jawabnya. "Para gembala membawa mereka ke sini untuk mati."
Sekali lagi, hati saya terasa disayat. Mengapa gembala mereka meninggalkan mereka? Mereka dibiarkan mati begitu saja? Hal itu terdengar begitu kejam.
Saat itu juga aku berdoa, Tuhan, sekarang aku tahu apa yang dimaksud tentang "bayangan lembah kematian" yang Engkau bicarakan dalam Mazmur. Aku hanya mengabaikannya.
Pernahkah Anda menemukan diri Anda berada di tempat yang tidak ada harapan? Alkitab menyebutkan bahwa kita seperti domba yang hilang, sekarat dan membutuhkan penyelamatan. Membutuhkan Juru Selamat! Hal yang terpenting dari Gembala kita adalah Dia tidak meninggalkan kita dalam kegelapan, kelemahan kita, atau pada saat yang paling menakutkan dari kehidupan kita. Tidak! Dia sebaliknya ada ‘Bersama Kita’. Tertulis dalam Mazmur 23:4
Jadi di mana pun Anda berada saat ini, walau sedang berada ditempat paling dalam dan gelap atau ketakutan sekalipun, Anda tidak perlu menjadi takut. Juru Selamat akan datang. Yesaya 40:11
Undang Hadirat-Nya untuk ada dalam diri anda, dan saya bisa menjanjikan Anda ini: Anda mungkin telah memasuki lembah kehancuran dan ketakutan, tetapi Anda akan meninggalkannya dan berbaring dalam pelukan-Nya. (Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

No Comments Yet.

Leave a comment