“Perubahan Hati” Kolose 1:28

Renungan Harian, Sabtu 2 Juli 2016

"Perubahan Hati" Kolose 1:28

Bob bertanya-tanya bagaimana dua orang bisa secara drastis menanggapi dengan cara yang berbeda pada saat melihat sesuatu hal yang sama. Saat Bob dan adik perempuannya telah menginjak remaja, ibu mereka memeluk Kristen dan mulai sering menghadiri kebaktian gereja dan ikut pendalaman Alkitab. Mereka berdua mendengarkan Firman-firman Tuhan, mereka juga menyaksikan perubahan pada gaya hidup dan cara ibunya memperlakuan orang lain. Tak sampai disitu, ibu mereka menghadapi perjuangan kanker dengan penuh nikmat dan damai sejahtera, sehingga Bob mengerti alasan perubahan yang terjadi pada ibu mereka. Bob akhirnya memahami pesan Injil yang tersimpan dari alasan itu, sebelum kematiaan ibunya. Tetapi disisi lain, adiknya bereaksi berbeda, ia sangat membenci keadaan tersebut.

Dua penjahat yang disalibkan di samping kiri-kanan Yesus tidak pernah melihat Yesus bagaimana Ia menjalani hidup-Nya. Tetapi mereka melihat bagaimana Ia mengiring diriNya hingga Ia mati di atas kayu salib. Kedua pencuri tersebut, mengejek dan menghina Yesus, seperti yang dilakukan para pemimpin Yahudi dan orang-orang yang mengikuti proses penyaliban. Lukas 23:39 disebutkan, “Seorang penjahat yang digantung itu menghujat Dia katanya: ‘Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”

Pada saat bersamaan, ada perubahan yang telah terjadi dalam hati salah satu penjahat lain. Dia menegur penjahat satunya dan mengingatkannya bahwa mereka berdua layak atas apa yang mereka lakukan, sementara tidak untuk perbuatan Yesus. Lukas 23:33-43.

Beberapa orang dapat cepat menanggapi dengan cara berbeda ketika mendengar pesan Injil. Kita berharap pada hasil yang mana mereka pahami kebutuhan mereka untuk Juruselamat, menerima korban kematian Yesus yang telah membayar dosa-dosa mereka dan memasuki hubungan yang penuh sukacita bersama Tuhan melalui Anak-Nya. Tetapi selalu ada kemungkinan bahwa orang yang kita ajak bicara akan mengejek, defensif, atau bahkan marah kepada kita.

Jika kita mulai terlalu gelisah tentang bagaimana orang akan bereaksi, kita akan menjadi mudah terintimidasi dan ragu-ragu untuk membagikan iman kita kepada banyak orang. Kita tidak tahu cara mengetahui tanggapan seperti ketika kita berbicara dengan orang mengenai Yesus. Untungnya, kita hanya bertanggung jawab untuk membagikan kebenaran Tuhan seperti saat Ia memimpin kita – untuk memperingatkan orang lain tentang hukuman atas dosa, dan untuk memberitahukan mereka tentang tawaran kasih karunia Allah, pengampunan dan kehidupan yang kekal.

Orang lain menanggung tanggung jawab atas pilihan mereka untuk meresponnya. Bahkan jika reaksi awal mereka dengan kebencian atau ejekan, mungkin saja hati mereka akan berubah pada suatu saat, seperti penjahat yang mana saat salib telah menjadi pengikut Yesus dan ikut ke Surga.

Tanyakan pada diri anda sendiri; Apakah saya menggunakan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk membagikan Injil tanpa penghalang, terintimidasi, atau khawatir tentang respon dari orang tersebut?

(Source : www. jawaban.com)


Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

No Comments Yet.

Leave a comment