“Memberi Tumpangan” Kisah Para Rasul 8:26-27

Renungan Harian, Rabu 20 Juli 2016
"Memberi Tumpangan" Kisah Para Rasul 8:26-27
 
Siang itu hujan turun dengan lebat. Saya sedang pergi ke suatu tempat menggunakan mobil pick up saya, ketika melihat seseorang sedang mendorong sepedanya di jalan. Ban sepedanya bocor dan dia terus menengok ke belakang untuk melihat apakah ada orang yang mau memberinya tumpangan.
 
Saya sangat jarang memberi tumpangan pada orang asing akhir-akhir ini, tetapi saya seperti dituntun Roh Kudus untuk menawarkan tumpangan padanya. Jadi saya menepi. Dia menaruh sepedanya di belakang dan naik ke mobil. Dia terlihat sedikit kusut saat dia memberi saya petunjuk ke komplek apartemen di dekat daerah itu yang menjadi tujuannya.
Roh Kudus berbicara pada saya, “Beri dia makan.”
Saya tidak merencanakan semua ini, tetapi saya ikuti saja tuntunan Roh Kudus dan menawarkan kepadanya makan siang di sebuah restoran cepat saji. Saat kami duduk di parkiran sambil makan burger, Roh Kudus memberi impresi untuk bersaksi kepadanya.
Saya bertanya kepada orang itu, “Apakah kamu kenal Yesus sebagai Juru Selamat pribadimu? Dia menjawab tidak, jadi saya menjelaskan kepadanya tentang keselamatan.
Dia berkata, “Saya sangat butuh orang ini (Yesus).”
Jadi kami berdoa dan dia mengundang Yesus ke dalam hatinya. Saat kami selesai makan siang dan kami akan pergi, Roh Kudus berbicara dalam ati saya dan berkata, “Beri dia uang di dompetmu.”
Saya berpikir, “Whoa! Apakah ini benar suara-Mu Tuhan?”
Dia berkata, “Beri orang itu uang yang ada di dompetmu.”
Saya ambil nafas dalam-dalam, dan menjawab dalam hati, “Ok Tuhan.”
Saya ambil dompet saya, saya tidak ingat berapa yang ada di sana, lima lembar sepuluh dolar? “Oh tidak,” saya berkata kepada diri sendiri. “Ini 20-an dolar.”
Saya tetap taat kepada Tuhan dan mengambil semua lembaran dua puluhan dolar itu dari dompet dan memberikannya kepada pengendara sepeda itu. Saya berkata kepadanya, “Ini dari Yesus. Dia mau saya memberikannya kepadamu. Dia mengasihimu.”
Orang yang menumpang mobil saya itu tertegun. Dia memegang uang itu dengan kedua tangannya dan memandanginya dengan takjub. Setelah beberapa saat dia berkata, “Tidak ada seorangpun yang pernah melakukan hal seperti ini kepada saya. Ini pasti dari Tuhan.”
Lalu dia pelan-pelan mengangkat kepalanya dan memandang kepada mata saya dan berkata, “Saya sedang dalam perjalanan untuk membunuh istri saya.”
Tiba-tiba suasana berubah. Hal itu membuat saya terkejut. Seperti seseorang yang berada di ujung jurang, saya tiba-tiba sadar bahwa ada kehidupan yang terancam. Kami hanya dua blok dari apartemen yang ia tuju.
Ia kemudian bercerita bagaimana pertemuan ini adalah mukjizat dan dia tahu bahwa Tuhan menghentikan dia. Dia setuju untuk pergi ke arah lain dan tidak mengganggu istrinya. Saya mengantarkan dia jauh dari lingkungan itu.
Hal ini mengingatkan saya sebuah perjumpaan di jalan yang dituliskan di Alkitab (Kisah Para Rasul 8:26-38), kejadian itu melibatkan pengikut Yesus bernama Filipus. Sesosok malaikat menyuruhnya pergi ke sebuah jalan dimana ada seorang pria sedang duduk di keretanya sambil membaca firman Tuhan. Roh Kudus meminta Filipus datang kepadanya. Setelah beberapa saat berbincang, Filipus menjelaskan kepadanya tentang keselamatan dan akhirnya membabtis dia.
Orang itu ternyata adalah seorang pejabat penting di pemerintahan. Tidak diberitahukan berapa banyak orang yang berada di bawah pengaruh pria itu, tetapi semua itu terjadi karena Filipus mengikuti tuntunan Tuhan dan mendatangi dia.
Kita tidak pernah tahu siapa kita temui yang membutuhkan Yesus. Tetapi jika kita terbuka terhadap Roh Kudus dan peka pada tuntunan-Nya, Dia akan melakukan perkara ajaib. (Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

No Comments Yet.

Leave a comment