“Gelombang Rahmat” Ratapan 3:22-23

Renungan Harian, Kamis 30 Juni 2016

"Gelombang Rahmat" Ratapan 3:22-23

Dari ayat firman di atas kita bisa memahami dengan mudah bahwa tanpa belas kasihan Allah, kita akan tamat! Karena amarah Allah bisa saja berubah menjadi badai dan berkat-Nya menjadi seperti gelombang laut yang tenang.

Allah begitu mengasihi kita, tetapi begitu mendukakan-Nya ketika kita melanggar kehendak-Nya. Rasa sakit tidak hanya melukai bagian luar, tetapi juga menembus sampai ke kedalaman hati-Nya. Apakah Anda ingat terakhir kali ketika orang yang Anda cintai melukai perasaan Anda? Jika Anda seperti saya, Anda pasti sangat kecewa atas ketidakpedulian mereka pada perasaan Anda. Kita semua mungkin sudah melewati masa itu. Saat kemarahan masih memenuhi hati Anda, Anda dipaksa harus bersedia menerima permohonan maaf dari orang yang sudah melukai Anda.

Bayangkan ketika Allah berada di posisi yang sama, kita pasti akan lebih mudah memahami isi hati Bapa. Ya, Dia ingin mencurahkan rahmat-Nya atas hidup kita untuk mendapatkan kembali kesempatan lain bahkan setelah kita melepaskannya. Hal ini ditulis dalam 1 Yohanes 1: 9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Secara pribadi saya sangat suka menikmati pantai dan suara debur ombak lautan. Setiap kali saya meluangkan waktu melakukan hal itu, saya selalu merasa dibaharuai dan segar kembali. Laut dapat menjadi tempat yang berbahaya, tapi laut juga mirip seperti karakter Penciptanya. Segala sesuatu yang ada di bumi ini menjadi gambaran dari karakter dan karya Allah. Namun bagi saya, laut adalah perwakilan terbesar dari seluruh karya ciptaan-Nya. Sama seperti saat bersama Allah, laut juga menjadi sumber kehidupan, kekuatan dan ketenangan.

Gelombang laut juga demikian. Setiap gelombang yang menghampiri tepian pantai akan menyapu sebagian pasir pantai dan membawanya ke tempat lain. Akibatnya, gelombang, pasir dan pantai akan selalu berubah. Tuhan juga bertindak demikian atas dosa kita. Dia menyapu dan membersihkan dosa kita dengan gelombang rahmat-Nya dan membuang jauh dosa kita.

Setiap hari, Tuhan ingin kita benar-benar mengalami gelombang rahmat-Nya dan senantiasa bersyukur kepada atas kasih setia-Nya untuk selama-lamanya (1 Tawarikh 16: 34). - Byron Bohnert

Tanpa kasih setia Tuhan kita tidak akan pernah dibenarkan oleh karena pelanggaran kita.

(Source : www. jawaban.com)


Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

No Comments Yet.

Leave a comment