top

“Pantang Menyerah”

Renungan Harian, Jumat 3 Agustus 2018
“Pantang Menyerah”

Orang yang mengandalkan Tuhan selalu mempunyai kekuatan yang baru. Amen! Tanpa sadar kita sudah tiba di pertengahan tahun di 2018 ini. Akan masuk semester yang ke 2. Apa yang terjadi di semester yang pertama dalam hidup kita? Jika dikantor di pekerjaan kita mengadakan evaluasi, sudah seperti apa pencapaiannya, sudah berapa persen untuk mencapai targetnya. Bagaimana dengan kehidupan pribadi kita?
Apakah kita sudah melakukan evaluasi pribadi terhadap pencapaian kita terhadap standard yang sudah kita set up untuk tahun ini? Mungkin ada yg harus lulus S3 tahun ini, ada yang harus sudah dapat posisi manager, senior manager, GM, atau mungkin kita udah harus punya usaha sendiri, karyawan kita udah harus 200 orang atau 300 orang mungkin. Apaka kita sudah mengevaluasi pencapaian kita? Karena itu penting!
Waktu kita mulai tetapkan sasaran kita dan kita evaluasi dipertengahan jalannya, itu akan membuat kita mudah untuk mencapai semua sasaran atau target kita di tahun ini. Yang sering saya lihat dikehidupan anak-anak Tuhan adalah karena tidak mengadakan evaluasi di pertengahan proses kehidupannya. Di mungkin bulan ke 10 dan 11 sudah mulai menyerah. Dalam hitungan jam anggap saja ada 12 jam periode kerjanya, harusnya di jam ke 12.00 dia menerima rewards, dia terima hasil, dia terima pencapaian dari apa yang dia kerjakan, tetapi di menit atau di jam 1155 dia berenti. Kenapa? Karena dia melihat kondisinya sulit, karena dia melihat kondisinya kayaknya udah ga mungkin lagi untuk dicapai. Padahal hanya 5 menit lagi mujizat sebetulnya terjadi atas kehidupannya!
Seringkali, sebelum menunggu kesempatan yang ke empat, kita sudh mengambil keputusan dan keputusannya menjadi tidak tepat! Sebelum memperhitungkan kemungkinan yang ke lima, kita sudah mengambil keputusan yang di kemungkinan yang keempat. Ada 5 pilihan kita baru pilih 1,2,3,4 baru analisa yang ke 4 kita sudah ambil keputusan.
Seringkali kita ga sabar nunggu, akhirnya kita salah ambil keputusan. Waktu kita salah ambil keputusan prosesnya jadi sedemikian sukarnya, prosesnya jadi sulit! Seringkali dalam proses hidup kita, ketika kondisi sulit kita mulai give up, ketika kondisi begitu sukar kayaknya sudah tidak ada solusi, tidak ada jalan keluar kita stand back! Saya tidak ambil tender ini deh, itu yang masuk perusahaan besar semua, saya ga berani deh doain dia, karena yg doaian dia untuk jadi pasangan hidup semua cantik-cantik, lulusan miss universe, lulusan miss Indonesia, saya ga bisa complete sama mereka, saya ga berani deketin dia, karena dia cantik banget semua yang deketin dia levelnya pemilik usaha sedangkan saya cuma karyawan.
Seringkali, ketika kita menemukan hambatan kita give up! Apalagi diera sekarang informasi terbuka. Kita bisa liat beberapa waktu yang lalu, anak sekolah tidak lulus dari mata pelajaran bahasa asing bunuh diri! tidak masuk sekolah favorit bunuh diri! nilainya jelek bunuh diri! Kenapa? Karena akhir-akhir ini banyak orang mau give up hari ini mau nyerah! Tapi Firman Tuhan mengajar kita bahwa Tuhan tidak mau kita menyerah. Amen!
Dari kisah orang lumpuh yang disembuhkan, ada 3 versi Alkitab dari Matius 9:1-8, Markus 2:1-12, Lukas 517-26. 3 perikop ini sama tapi ceritanya berbeda. Kenapa? Karena Background penulisnya berbeda, jadi perspektifnya berbeda.
Kita bahas dari Markus pasal 2, secara umum kisanya seperti ini:

- Kisah tentang seorang lumpuh
- Yang punya 4 teman
- 4 temanya beriman
- Tuhan mengampui dosanya
- Tuhan tau, ketika orang Farisi berfikir Dia menghujat Tuhan
- Tuhan menyembuhkan orang tersebut

Kita semua sudah belajar atau mendengar tentang orang lumpuh disembuhkan. Serunya, ini berbicara tentang semangat dari 4 orang sahabat. Kita bisa jadi sebagai orang lumpuh ini. Apakah kita punya orang-orang dekat yang punya fashion, punya semangat, gairah, iman seperti 4 sahabat ini? Kita tidak tahu.
Seringkali, hidup kita seperti orang lumpuh ini. tidak bisa bergerak, paralyze, terikat, terbelenggu, terus menerus jatuh di dosa yang sama, 10 thn, 15 thn kariernya itu-itu saja, keadaaan rumah tangga begitu-begitu saja, 7 turunan merasa miskin, 7 turunan ada dalam kutuk penyakit yang sama, banyak kita ngalamin itu! Seperti orang lumpuh ini.
Pertanyaan, apakah kita punya sahabat-sahabat seperti 4 orang ini? Mereka yang ga mau nyerah! mereka yang ga mau berhenti! Mereka punya prinsip:

1. If you can’t get in, Go UP! Kalau dengan cara-cara yang regular, cara-cara yang ordinary, cara-cara yang biasa ga bisa, kita cari yang ekstra ordinary! Ini teman-teman yang luar biasa. Kalau kita tidak bisa menolong dengan cara yang biasa, yuk kita sama-sama cari cara yang luar biasa. Karena ini prinsipnya. Waktu mereka bawa orang lumpuh ini, tempat masuk namanya pintu. Pintunya udah tertutup orang Firman Tuhan bilang, sudah penuh dengan crowd, ga bisa masuk lagi. Apa yang mereka lakukan? Mereka naik ke atas! So, untuk bawa 1 orang lumpuh ke atas atap rumah itu tidak mudah! Kalau cara-cara biasa tidak bisa, cara kiri, kanan, depan belakang tidak bisa pakai cara atas! Firman Tuhan selalu mengajarkan itu.
Wahyu 11 Yohanes bilang ketika orang-orang yang takut akan Tuhan dipenuhi Roh Kudus terdengar dari suara para malaikat para angel’s mereka bilang “Go UP! Go UP! lihat ke atas dan naik!” Disitu ada pertolongan Tuhan. Karena emang cara kerjanya seperti itu. Waktu hidup kita mentok, waktu hidup kita kayaknya trap in the box, ada sebuah kotak yang membuat kita tidak bisa keluar, ga bisa kiri, ga bisa kanan, ga bisa bebas lagi. Berhenti pakai cara-cara yang biasa! Mulai pake caranya Tuhan!
Kalau kita mau lulus ujian kuliah kita dengan nilai yang terbaik, belajar itu cara yang biasa. Tetapi belajar dengan doa, puasa, belajar dengan tidak berhenti minta kekuatan Tuhan itu nama ekstra ordinary! Waktu kita lihat kondisi pekerjaan kita begitu-begitu saja, kita butuh hikmat, kita butuh kreatifitas, kita butuh sesuatu yang dahsyat dari Tuhan untuk buat terobosan di perusahaan kita, kita perlu pake cara-cara yang diatas!
Bulan lalu saya meeting direksi, saya usulkan 1 program, saya usulkan 4 program tahun ini, 3 program CEO, CFO sudah setuju kecuali beberapa direktur. Ada 1 program yang saya dorong sekali untuk saya presentasikan, karena kalau perusahaan saya pake, saya yakin sekali ini langsung buat brand saya naik. Saya jadi market leader. Waktu saya presentasi di tolak, presentasi di tolak. Sampe saya di meeting direksi saya ngomong “Pak, kalau kita ga pernah bisa melihat yang tidak kelihatan sebenarnya kita tidak pernah melihat apa apa.” Kalau tidak ada in find which is sebelum mereka infind something, sebelum mereka temukan sesuatu mereka lihat itu dalam visi mereka. Saya bilang “Om, founder kita dirikan perusahaan sebesar ini, karena dia udah liat kita sebesar ini dulu. Kita tetap stay kayak gini karena kita g bisa ngeliat 50 tahun kita kedepan.” Waktu kita evaluasi hidup kita hari ini, kita bisa liat di akhir tahun kita jadi seperti apa. If you can’t get in, Go UP! Waktu kita naik ke atas sama Tuhan, kita mulai pakai cara kerjanya Tuhan, kita mulai pakai detail direction dari Tuhan. Apa yang harus kita lakukan.
Kita akan pakai apa yang kita tau, makannya sering kali tidak ada breakthrough disana! Suami kita kok suka main perempuan lain? Karena sering kali kita action kita best on current preview! Dari kondisi sekarang sudut pandang kita, apa yang kita tau, apa yang kita pernah dengar, itu saja yang menjadi best lain dari tindakan kita atau dasar tindakan kita. Tapi kalau kita naik ke level yang lebih tinggi mulai konsultasi dengan epraizer, mulai konsultasi dengan kakak rohani, mulai konsultasi ke pendeta atau hamba-hamba Tuhan maka perspektif kita diperkaya. Kita mulai tahu oh ternyata tidak harus diomelin tapi dengan kasih seorang pria akan bertobat. Bukan dengan caci maki, bukan dengan demonstrasi, tapi dengan doa. Perspektif kita rubah, kenapa? Karena kita GO UP! Ketika kita ada masalah dalam kehidupan kita inget GO UP! Tapi untuk GO UP itu tidak mudah diperlukan iman.

2. Iman. Apa itu iman? Iman itu kelihatan. Iman adalah sesuatu yang bisa dilihat. Sebagai respon dari sesuatu yang tidak bisa dilihat (Ibrani 11:1). Iman adalah sebuah harapan yang punya dasar. Apa dasarnya adalah sebuah bukti. Iman itu bekerja karena ada buktinya. Bukti dari apa? Dari sesutau yang tidak kita lihat. Iman itu bukan sebuah statement saja, tapi iman adalah sebuah hal yang nyata, sebuah tindakan. Iman ada sesuatu yang bisa dilihat. Kenapa? Karena itu adalah respon dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.
Jadi iman adalah sebuah respond dan sesuatu yang tidak kelihatan. Iman itu nyata dan disertai dengan tindakan. Namanya iman ada tindakan! Iman ada sesuatu yang real yang nyata. Tindakan iman adalah mulai mendengarkan. Anytime Tuhan bisa bekerjasama dengan kita. Karena itu rumusnya Allah turut bekerjasama. Kita Go up butuh iman, sudah punya iman harus sabar.

3. Attitude. Kenapa harus menjadi penting? Ada 2 kelompok yang harus diperhartikan yaitu sahabat dan orang Farisi. Tuhan lihat iman, dan Tuhan mengampuni dosa saat orang lumpuh sudah dihadapan Tuhan. Attitude kita bagaimana?
Sebelum Tuhan lakukan apa yang kita mau, Tuhan mau botulin kita dulu. God will fix it in you before God will fix it for you.
Ringkasan Khotbah: Pdp. Bertoni Heriyanto
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Note: Apabila Saudara ingin memesan dvd khotbah GBI Danau
Bogor Raya bisa menghubungi Sekretariat Kantor Gereja (0251) 8351059

Post a Comment

Where to find us

Chapel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur elit sed do eiusmod tempor incididunt.
a
[contact-form-7 404 "Not Found"]