Nehemia, Pengingat Untuk Selalu Berdiri Teguh dan Bertekun Dalam Doa

Nehemia 1: 5

Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya

Nehemia adalah seorang pria saleh yang hidupnya disandarkan sepenuhnya dalam doa. Kapanpun dia butuh bimbingan, kekuatan, panduan dan perlindungan, hal pertama yang dia lakukan adalah berdoa. Karena kerendahan hati Nehemia, Tuhan pun memakai dia dengan luar biasa untuk melakukan kehendak-Nya.

Prinsip ini masih tetap berlaku bagi orang-orang percaya sampai saat ini. Tuhan bisa memakai kita dengan cara yang paling mengagumkan kalau kita mau mencari Dia dan bersedia dipakai. Dia sudah menetapkan panggilan untuk kita masing-masing. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan itu.

Untuk mengikuti teladan Nehemia tentang bertekun dalam doa, pertama-tama kita harus mengakui Tuhan sebagai Sang Pencipta Alam Semesta. Walaupun Dia adalah Bapa kita yang penuh kasih dan Sahabat yang setia, kita tidak boleh lupa bahwa Dia juga Sang Pencipta kita yang agung dan mulia. Karena kekudusan-Nya jauh melampaui apa yang kita pahami. Jangan pernah berpikir bahwa Tuhan itu hanya seperti seorang atasan atau datang kehadirat-Nya dengan cara yang kurang sopan. 

Nehemia menghormati kekudusan Allah. Sehingga saat datang kehadirat-Nya, dia selalu mengakui dosa-dosanya dan juga dosa nenek moyang dan juga bangsanya.

“…berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.” - Nehemia 1: 6-7

Kita tidak bisa menyembunyikan, menyangkal atau mempertahankan dosa kita dan berharap Tuhan mendengar dan menjawab doa kita. Kekudusan hati dan kuasa Tuhan saling terkoneksi. Kita butuh kepekaan untuk segera bertobat ketika kita menyimpang dari kebenaran dan dengan rendah hati mau mengakui dosa itu.

Alasan Nehemia berdiri teguh dan bertekun dalam doa bukanlah karena dia mampu. Tapi karena dia mau membangun hubungan yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan melalui doa. 

Hal yang sama juga berlaku kepada kita. Jangan buru-buru menjalani hari tanpa meluangkan waktu untuk masuk ke hadirat Tuhan dan mendapatkan pimpinan-Nya melalui doa.



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *