Menabur Di Masa Kekurangan

Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

Pastinya tak akan mudah bagi kita menabur di tengah masa kekurangan. Karena bagaimanapun kita pasti akan lebih fokus kepada kebutuhan kita. Apalagi kalau kita hanya punya satu-satunya yang tersisa. Secara manusia kita pasti akan takut kekurangan bukan? 

Sebagai manusia biasanya kita akan lebih mengutamakan kebutuhan kita lebih dulu daripada harus menabur untuk hal lain. Tapi kita bisa belajar hari ini dari kisah Ishak (Kejadian 26) bahwa saat itu sedang masa paceklik. Tapi Ishak mengambil sikap yang justru bertolak belakang dengan situasi krisis yang sedang terjadi saat itu.

Meskipun dalam kekurangan, Ishak justru memilih untuk menabur. Tahukah kamu saat Ishak mengambil langkah itu, justru dia semakin diberkati melimpah. Kekayaan Ishak terus bertambah dan dia hidup berkelimpahan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ishak mengadopsi prinsip Kerajaan Allah bahwa “saat kita menabur, maka kita pasti menuai”. Ketika kita menabur dengan iman, kita sedang melepaskan sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita dan percaya bahwa Tuhan akan membuat keajaiban. 

Seperti satu biji tanaman menghasilkan ribuan tuaian. Taburan kita juga memiliki prinsip yang sama jika kita memberinya dengan iman. Entah kita menabur di pelayanan, menabur di gereja atau di tempat lain, jika kita memberinya dengan iman maka Tuhan akan memperhitungkannya.

Galatia 6:9 berkata, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Jadi kita perlu menyemangati diri kita untuk berani melepaskan apa yang berharga dalam hidup kita dan menaburnya untuk tujuan kekekalan. Karena setiap orang yang menabur dia pasti akan menuai. 

Action: Apakah kamu mau melepaskan sesuatu yang berharga dalam hidupmu untuk ditabur di tempat yang Tuhan minta? Entah Tuhan mau kamu menaruh untuk seseorang yang Tuhan ingatkan, gereja, pelayanan atau keluarga. Ambil komitmen hari ini untuk berani menabur dan percaya bahwa Tuhan akan memberkatinya.

Ayat Hafalan: 1 Petrus 5:9, “Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”

source: jawaban.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *