“Melihat Sisi Lain Dari Hari Halloween, Hari Kasih Karunia Tuhan” Efesus 2:8-9

Renungan Harian, Sabtu 10 Desember 2016
"Melihat Sisi Lain Dari Hari Halloween, Hari Kasih Karunia Tuhan" Efesus 2:8-9
 
Dengan palu di satu tangan dan gulungan kertas di tangan lain, Martin Luther berjalan menuju Castle Church di Wittenberg, Jerman. Dia berhenti sejenak dan mengambi beberapa paku yang tersembunyi di kantong dan mulai memaku kertas berisi 95 thesis di pintu gereja yang berat itu. Kejadian bersejarah ini terjadi tepat pada 31 Oktober 1517, dan hal itu mengubah sejarah manusia selamanya.
Saat itu Martin Luther bukan protes kepada para hantu atau anak-anak yang berdandan untuk trick-or-treat. Dia memilih malam "All Hollow's Eve" atau yang disebut juga "All Saints' Day" atau juga yang saat ini dikenal sebagai hari Halloween, karena saat itu sebagian besar penduduk Wittenberg akan pergi ke gereja di hari "Orang-orang Kudus" tersebut. Hal itu menjadi sebuah cara beriklan yang sempurna untuk tuntutan yang ia sampaikan.
Dia saat itu bukan berada di Amerika yang kebebesan berbicara dilindungi oleh konstitusi. Gereja Katolik saat itu memiliki kekuasaan mutlak di wilayah itu : mereka yang melawan Gereja akan kehilangan nyawanya.
Apa yang mendorong Martin Luther memiliki keberanian dan keteguhan seperti itu?
Saat Luther belajar Alkitab, matanya terbuka kepada sebuah konsep yang baru : konsep tentang kasih karunia Tuhan. Hatinya terbakar saat membaca Efesus 2:8-9
Gereja yang ada pada masa Luther menyesatkan orang dengan berpikir bahwa mereka bisa diselamatkan dengan usaha mereka sendiri melalui ziarah, pengakuan dan membeli surat pengampunan, yang sama artinya surat "bebas dari neraka." Martin Luther saat itu jelas memahami bahwa manusia tidak bisa membeli kasih karunia Tuhan: karena itu diberikan secara cuma-cuma. Keyakinan tersebutlah yang mendorongnya menuliskan 95 poin penting yang bertentangan dengan Gereja Katolik, thesis-nya yang akhirnya ia pakukan di pintu gereja di Wittenberg.
Hari ini umat Kristen berdebat apakah boleh atau tidak ikut dalam perayaan Halloween. Beberapa percaya bahwa hari raya ini memuliakan sihir dan setan, sedangkan yang lain melihatnya hanya sebagai cara bersenang-senang saja. Satu taktik yang paling sukses dilakukan setan adalah membuat umat Kristen saling berkelahi satu sama lain karena masalah dokrin. Mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik tiap tanggal 31 Oktober, sesuatu yang penting juga bagi Tuhan, seperti yang dilakukan oleh Martin Luther pada hari itu.
Luther memiliki ketetapan hati. Dia sangat bersemangat. Dia mau mengorbankan dirinya, status sosialnya, bahkan hidupnya sendiri untuk membagikan kabar baik tentang kasih karunia keselamatan yang dari Tuhan. Kalimat dalam Roma 10:14 seperti menamparnya :
"Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?"
Mari tanyakan pertanyaan ini pada diri kita, "Apa yang berani saya korbankan untuk membawa orang-orang dari kegelapan kepada terang Tuhan?" Jika Anda memiliki hati dan kerinduan yang sama seperti Martin Luther, bertindaklah. Lihatlah kesempatan yang ada, jadilah kreatif dan beritakanlah kabar baik bahwa Tuhan telah memberikan keselamatan kepada manusia sebagai kasih karunia. Tidak seorang pun perlu membayarnya karena Tuhan Yesus Kristus sudah mati di kayu salib untuk membayar lunas semua dosa-dosa manusia. Untuk menerima keselamatan itu, cukup dengan (Roma 10:) (Nathalie Jeter)
Lihatlah setiap kesempatan sebagai waktu yang terbaik untuk memberitakan kabar keselamatan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.
(Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *