Kasih Yesus Memampukan Kita Bebas Dari Tuntutan Dosa

Ratapan 3: 21-23

Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Bayangkan kalau kamu berhadapan dengan situasi buruk saat ini, kamu akan tahu persis apa yang mungkin terjadi dan sulitnya hal itu. 

Lalu bayangkan kalau kamu lagi berada di situasi sulit dimana kamu harus membantu teman sekaligus musuh dalam satu waktu yang bersamaan. Pasti sulit bukan untuk dipahami? Tapi situasi ini bernar-benar terjadi.

Kejadiannya terjadi di Taman Getsemani waktu Yesus dikhianati hanya dengan ciuman dan ditahan karena dianggap bersalah. Untuk melindungi sang Mesias, Petrus menarik pedangnya dan memotong telinga salah satu dari orang yang datang. Lalu Yesus membuat langkah yang sangat tidak terduga. Dia menyentuh dan menyembuhkan telinga pria itu.

Waktu Yesus memulihkan telinganya, Dia mengubah kehidupan dua orang sekaligus. Ya, sebagai orang yang penuh kasih Yesus pasti melihat orang ini menderita dan kesakitan karena luka yang disebabkan ulah Petrus. Walaupun dia adalah ‘orang jahat’, tetapi Yesus tetap berbelas kasihan terhadap orang tersebut.

Waktu aku masih kecil, aku gak paham kenapa Yesus membantu seseorang yang sudah menjahati-Nya. Aku pasti gak akan bisa mengasihi dan mengampuni seperti Yesus dan gak yakin bisa melakukannya. Sebagai orang dewasa, aku bersyukur buat berkat dan belas kasihan yang sudah Dia berikan untuk aku orang yang jahat ini.

Masa depan Petrus pun berubah malam itu. Yesus dengan berani menyelamatkan Petrus. Di sana, Petrus masih berdisi dengan pisau berlumuran darah di tangannya. Dia bahkan merasa sedikit frustrasi karena sasarannya meleset, dimana dia sebenarnya ingin menyasar kepala orang itu. Tapi dia bisa merendahkan diri dari kesombongan itu saat Petrus menunjukkan kasihnya kepada Yesus. Dia sangat ingin berjuang melindungi Yesus.

Masa dimana hantaman pisau Petrus dan pemulihan yang Yesus lakukan adalah momen Petrus menyadari konsekuensi yang harus dia bayar atas tindakan tersebut. Dia mungkin melihat apa yang Yesus lakukan saat itu. Waktu Yesus menyembuhkan telinga hamba itu, tuntunan atas tindakan percobaan pembunuhan berakhir. Gak lagi ada tuntutan pengadilan atas Petrus. Dia menerima pembebasan sebelum dia dituduh.

Sama seperti apa yang dilakukan Petrus malam itu, aku melakukan pelanggaran yang harusnya mendapatkan ganjaran hukuman. Tapi Yesus masuk dan menyelamatkan aku. Setelah aku melakukan kesalahan, aku melihat tindakan kasih Yesus untuk menghapus bukti-bukti kesalahan yang memberatkan aku. 

“Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”  (Ratapan 3: 21-23)

Aku mendengar suara Yesus menggema di kepala dan hatiku. Kata-Nya, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23: 34)

Aku di sini, tidak layak dan berdosa, tapi dikasihi sepenuhnya. Dia menjangkau dengan kasih dan belas kasihan untuk menyembuhkan dan membebaskanku. Tindakan kasih dan kesabaran ini secara efektif memulihkan dan memperbaharui hidupku.

Waktu aku akan dipanggil untuk menghadap tahta pengadilan, tidak akan ada bukti yang bisa menahanku. Seolah-olah aku tidak pernah berdosa, karena Dia menyatakan kasih-Nya.

source: jawaban.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *