Kasih Karunia Dan Sejahtera Dari Allah, Bapa Kita, Dan Dari Tuhan Yesus Kristus Menyertai

Efesus 1: 1-2

"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu."

Apa makna sapaan Rasul Paulus yang berbunyi, “Kasih karunia dan damai sejahtera’?

Jika kamu membaca salah satu surat Paulus, kamu akan melihat bahwa Paulus memiliki format tertentu ketika dia menulis kepada gereja-gereja. Dia menulis salam dan memberi tahu bahwa dia adalah penulis dan pengirim surat tersebut. Dia memberi tahu kita bahwa surat ini ditujukan kepada orang-orang percaya di Efesus. Kemudian, dia memberikan salam adat.

Tapi bukan sekedar salam dengan sopan santun. Salam tersebut merupakan doa bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus di Efesus. Paulus berdoa agar para pembaca dan pendengar kata-kata ini diberkati dengan “kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.”

Fakta bahwa ia menunjukkan ini kepada “orang-orang kudus” menyiratkan bahwa surat ini telah menerima kasih karunia Tuhan. Rahmat berarti “perkenanan.” Kita tidak pantas dibenarkan dan dijadikan benar di hadapan Tuhan.

Sebagai orang berdosa, kita tidak pantas mendapatkan keselamatan. Namun, melalui Yesus Kristus, Tuhan menawarkan hadiah keselamatan gratis pada kita. Ketika kita menerima hadiah tersebut, kita juga menerima kasih karunia-Nya. Kemudian kita disebut sebagai “orang-orang kudus” atau “yang setia di dalam Kristus Yesus.”

Jadi mengapa Paulus berdoa agar Tuhan melimpahkan kasih karunia-Nya kepada orang-orang kudus yang telah menerimanya? Karena kita tidak berhenti menerima perkenanan Tuhan begitu saja ketika menerima Kristus.

Sebaliknya, saat kita menerima perkenanan-Nya yang tidak layak di dalam Kristus, kita mulai menerima perkenanan-Nya yang tidak layak secara terus-menerus.

Ini adalah kasih karunia Allah yang dirujuk oleh Paulus dalam 2 Korintus 12: 9 "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."

Ini adalah anugerah yang memampukan kita untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Ini adalah anugerah yang memberdayakan kita oleh Roh Kudus untuk hidup sebagaimana Yesus telah memanggil kita. Ini adalah anugerah yang menjaga kita dan bertahan sampai kita bertemu langsung dengan-Nya.

Paulus juga memanjatkan doa untuk perdamaian kepada orang-orang kudus. Begitu kita menerima anugerah Tuhan, kita dibenarkan oleh Tuhan dan karena itu berdamai dengan Tuhan.

Sekali lagi, perdamaian ini sedang berlangsung. Sekarang kita berdamai dengan Tuhan sehingga kita terus mengalami kedamaian dari Tuhan dalam hidup kita. Ini adalah kedamaian yang menenangkan ketakutan kita dan memungkinkan kita untuk beristirahat dalam Kedaulatan-Nya.

Teman-teman, sebagai orang-orang kudus dan orang percaya yang setia di dalam Yesus Kristus, kamu juga bisa mengalami kasih karunia dan damai Tuhan terus menerus.

Doaku untukmu hari ini adalah agar kamu menerima kasih karunia dan damai sejahtera yang Kristus tawarkan kepadamu setiap hari.

Doa: Bapa, terimkasih atas anugerah kasih karunia dan damai sejahtera yang Engkau berikan. Saya tahu bahwa saya tidak pantas mendapatkannya, tetapi saya sangat bersyukur karena Engkau menjadikanku benar karena-Mu dan menawarkan keselamatan kepadaku, juga mendukungku setiap hari. Kuterima rahmar dan kedamaian yang kubutuhkan untuk hidup bagi-Mu hari ini. AMIN.

source: jawaban.com

No Comments Yet.

Leave a comment