“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” Yakobus 5:16a

Pikiran adalah sesuatu yang sangat-sangat penting dalam kehidupan manusia. Kitab Amsal 23:7 menuliskan: Karena sebagaimana dia (seorang pribadi) berpikir dalam hatinya, demikianlah dia. (Amplified Old Testament).

Taukah saudara bahwa pikiran kita dibagi menjadi 2 bagian; yaitu pikiran sadar (conscious) dan pikiran bawah sadar (subconscious)? (Ada pula yang membaginya menjadi 3 bagian (conscious, subconscious dan unconscious), namun saat ini kita bagi secara 2 bagian saja).

Pikiran sadar adalah pikiran yang memproses aktivitas kognitif (dengan kata lain, kita menyadari apa yang sedang dilakukannya). Misalnya saat kita diminta untuk mengalikan suatu angka dan kemudian membaginya dsb. Atau misalnya ketika kita diminta untuk berpikir, jalan mana saja yang harus kita lalui untuk menuju suatu tempat tertentu. Maka pikiran sadar kita lah yang bekerja. Tetapi pikiran bawah sadar adalah apa yang bertindak di luar pikiran sadar (subconscious – sub artinya “di bawah permukaan”)*. Bahkan sementara kita tidur, pikiran bawah sadar bekerja. Para peneliti memperkirakan bahwa mayoritas besar (mungkin sebanyak 85 sampai 90 persen) dari apa yang berlangsung dalam otak kita terjadi dalam pikiran bawah sadar kita.

Pikiran bawah sadar kita tidak pernah berhenti bekerja. Tidak pernah lelah atau bahkan beristirahat. Ketika tidur, kesadaran kita mati dan pikiran bawah sadar kita mengambil alih (Itu sebabnya mengapa Allah kadang-kadang berbicara lebih jelas dalam mimpi-mimpi kita; tanpa pikiran sadar yang terjaga, kita bisa lebih terbuka pada pewahyuan ilahi). Anda pun tidak perlu berpikir secara kognitif saat anda mengendarai sebuah mobil, dan tiba-tiba ada seorang anak kecil menyeberang di depan mobil anda bukan? Pikiran bawah sadar anda akan secara ajaib bekerja, sehingga secara refleks anda akan melepas pedal gas, dan menginjak rem anda, bukan?

Bagian otak yang tidak kenal lelah ini memiliki kapasitas yang menakjubkan untuk mengamati dan memproses. Itu menangkap rincian setiap menit dari apa yang terjadi di sekitar kita, setiap saat – setiap suara, warna, perasaan, reaksi dll. Otak bawah sadar ini adalah lemari arsip yang paling besar. Dan tahukah saudara justru di otak bawah sadar inilah tersimpan semua memori-memori masa lalu kita, “luka-luka” dan trauma-trauma tersimpan di sini. Dan taukah saudara bahwa sebagian besar tindakan saudara sehari-hari justru dihasilkan /dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar ini. Itulah sebabnya, kita mungkin melihat seseorang yang telah lama melayani Tuhan, tetapi masih menampilkan sikap-sikap seperti tidak percaya diri, sombong, tidak peduli orang lain, selalu menyakiti rekan sepelayanannya, “trouble maker”, tidak bisa unity dsb. Semua itu adalah hasil-hasil dari subconscious yang belum disembuhkan.

Berikut ini adalah beberapa panduan singkat agar subconsciuos kita bisa disembuhkan: Mengaku dosa dan meminta ampun (1 Yohanes 2:9, Yakobus 5:16a)

Berdamai dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan diri sendiri. Merenungkan & memeditasi Firman Tuhan (Maz 1:1-3, Yosua 1:7-8)

Pedang Roh ini lah yang sanggup masuk sampai di kedalaman subconscious (Ibrani 4:12)

inilah mengapa pentingnya saat teduh setiap hari. Banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan (banyak berendam dalam hadirat Tuhan).

Banyak masuk menara doa / rumah doa.

Lakukanlah setidaknya ketiga hal ini, dan alamilah kesembuhan. Tahun 2023 tahun untuk bangkit dan jadilah pemenang. Tuhan Yesus memberkati. (HW)

Keterangan mengenai pikiran sadar dan bawah sadar, diambil dari buku “Menjadi Diri Anda Sesungguhnya” – Dutch Sheets, Light -Publishing, Maret 2011

source: hmministry.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *