Hati yang Tulus dan Tangan yang Cakap

Mazmur 78: 72

Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

Buat kamu yang belum tahu, penulis Mazmur 78 ini bukanlah Daud, tetapi pria bernama Asaf, seorang ahli musik keturunan suku Lewi dari bani Gerson di zaman raja Daud. Dia menulis 12 kitab Mazmur yaitu Mazmur 50 dan 73 sampai 83.

Jadi isi Mazmur 78 adalah serangkaian tulisan Asaf yang berisi ungkapan tentang cara Allah bertindak atas pemberontakan bangsa Israel. Pemberontakan demi pemberontakan yang dilakukan bangsa Israel membuat Allah berdiam diri atas bangsa itu dan menyerahkan mereka kepada musuhnya (Mazmur 78: 62-64).   

Tapi setelah keadaan itu, hati Allah berbalik. Asaf menulis di ayat 65-72 tentang bagaimana Dia berinisiatif untuk melakukan tiga hal besar bagi bangsa Israel yaitu dia memilih satu suku yaitu suku Yehuda, satu kota yaitu kota Sion dan satu pemimpin baru yaitu Daud.

Tuhan berencana untuk membangkitkan kembali bangsa ini dengan memilih Daud, seorang gembala yang biasa menggembalakan kawanan dombanya. Karena Tuhan melihat potensi kepemimpinan yang ada di dalam diri Daud untuk memimpin bangsa Israel sesuai waktu yang Dia tetapkan.

Apa kamu bertanya-tanya kenapa Allah memilih Daud, orang Yehuda dari kota Sion itu?

Tuhan menemukan karakter yang sesuai dengan standar-Nya dalam diri Daud. 

Alkitab mencatat bahwa Daud adalah ‘orang yang berkenan di hati Tuhan’ karena dia bukan saja punya tangan yang cakap untuk menggembalakan domba atau memetik kecapi, tapi dia punya hati yang tulus untuk melakukan kehendak Tuhan.

Daud punya semua kriteria yang dicari Tuhan untuk menggantikan Raja Saul memimpin bangsa Israel. 

“…dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba;dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.” (Mazmur 78: 70-72)

Apa kamu pernah bertanya kenapa Tuhan seakan diam dan gak bertindak baik atas hidupmu, keluargamu atau bangsamu? Apa kamu lelah menanti saat Allah bertindak melalui hidupmu? 

Cobalah periksa kembali, barangkali masih ada suatu penghalang dalam dirimu. Seperti saat bangsa Israel memberontak dari Tuhan, sehingga Tuhan sendiri memilih diam dan menyerahkan mereka ke tangan musuh.

Tuhan sama sekali gak berniat mengabaikan hidupmu. Malahan Dia mau hidupmu menghasilkan buah. Tapi Dia sama sekali gak bisa bekerja melalui hidupmu kalau hidupmu saja belum mencerminkan kebenaran-Nya.

Kalau kamu mengaku sebagai murid Kristus, kamu perlu belajar dari Daud. Cara hidupnya membuat Tuhan berkenan mengangkatnya sebagai raja. Dia punya hati yang tulus dan tangan yang cakap mengerjakan segala hal. Apakah kamu mau seperti Daud?

Hari ini, mintalah Tuhan untuk memeriksa hidupmu. Mintalah supaya Dia menyingkapkan hal-hal yang menghalangimu untuk memperoleh berkat-Nya dan berkomitmenlah untuk mau belajar mengandalkan Dia di dalam segala hal. 

Kiranya hati dan pikiranmu dibaharui di dalam Tuhan. Dan kamu mengalami kasih dan penyertaan-Nya di sepanjang hidupmu.

source: jawaban.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *