Di Dalam Tuhan Tak Ada Yang Sia-sia

1 Korintus 15: 58, “…berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” 

Mazmur 55:6“Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang…”

Waktu kita melihat hidup kita, apakah kita berkecil hati karena tidak memenuhi ekspektasi? Kita mungkin sudah berdoa selama bertahun-tahun, tapi hidup kita seakan jalan di tempat. Bahkan kita mendengar bisikan, “Kamu sama sekali tidak berguna, hidupmu tidak memberikan dampak.”

Jika saat ini kita sedang berada di fase ini, maka hidup kita masih normal. Banyak hamba Tuhan yang sudah melakukan hal-hal besar dalam hidupnya justru berpikir bahwa dia gagal menjalankan panggilannya. Di Alkitab, Nabi Elia sendiri merasa gagal sehingga dia berkata, “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.” (1 Raja-raja 19:4). Dia merasa jika semua yang dia lakukan untuk Tuhan semuanya sia-sia.

Kita juga bisa melihat bagaimana Raja Daud pernah ada di fase putus asa atas imannya dan merasa jika hidupnya sia-sia. Perasaannya tergambarkan melalui Mazmur 55: 6, “Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang…” Begitu juga dengan Rasul Paulus pernah merasakan goncangan hebat karena merasa hidupnya sebagai pelayan Tuhan hanyalah kesia-siaan. Dia bahkan mengungkapkan perasaan ini kepada jemaat di Galatia. “Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.” (Galatia 4:11)

Jika hari-hari ini kamu sedang berada dalam posisi ini, jangan biarkan kebohongan musuh menguasai pikiranmu. Undang Roh Kudus untuk memberimu ketenangan dan renungkan firman hari ini bahwa, “…dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Selama kita hidup, bahkan ketika kita bangun di pagi hari pun dan masih diberikan nafas kehidupan, kita sedang diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mengerjakan kehendak-Nya. Apapun yang kita lakukan, jika hal itu bertujuan untuk menyenangkan hati-Nya, itu semua berguna bagi kekekalan. Meskipun kita hanya belajar, mengurus rumah, memperbaiki mobil atau merawat anak, itu semua kita kerjakan bukan tanpa tujuan. Kita tidak melakukannya dengan sia-sia! 

Bahkan Tuhan sendiri bisa memakai hidup kita untuk menguatkan hati seseorang atau memberkati hidup orang lain melalui setiap hal kecil yang kita kerjakan. Mari mempercayakan hidup kita untuk dipakai Tuhan dalam pekerjaan-Nya.

Action: Renungkan kembali peran dan tugasmu baik itu sebagai orang tua, pasangan, anak, teman, rekan kerja, atau bagian dari komunitas. Lakukan hal sekecil apapun yang bisa membuatmu berdampak bagi orang-orang di sekitarmu.

Ayat Hafalan: Roma 12:11, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” 

source: jawaban.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *