“Bebas dari Pikiran Busuk” Filipi 4:8

Renungan Harian, Senin 14 November 2016
"Bebas dari Pikiran Busuk" Filipi 4:8

Saya dibesarkan di sebuah komunitas sosial ekonomi yang rendah. Hidup sungguh sulit selama tahun-tahun tersebut. Ayah saya adalah satu-satunya pencari nafkah dan ibu adalah ibu rumah tangga. Ayah saya bekerja keras untuk menafkahi keluarganya. Sangat sulit secara finansial selama hari-hari tersebut dengan anggota keluarga yang banyak. Oleh karenanya, dibandingkan dengan orang lain, saya selalu merasa kami diremehkan oleh Allah.
Pikiran saya tentang Tuhan begitu negatif. Saya merasa Dia berprasangka buruk dan memerhatikan orang lain lebih dari dia menyayangi saya dan keluarga saya. Dibandingkan dengan orang lain, saya merasa kita harus memiliki hal-hal yang lebih baik dalam hidup. Saya pikir Allah membedakan orang dan ras. Saya percaya Tuhan mengasihi orang lain lebih dari dia mencintai saya.
Ketika beranjak besar, saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi Haiti pada sebuah perjalanan misi. Sementara melalui daerah-daerah tertentu di sana, saya mengamati kondisi kehidupan beberapa orang. Beberapa ada yang tinggal di rumah-rumah yang dibuat dari jerami atau bahan lain buatan manusia tanpa dasar yang kuat dan beberapa hidup dalam daerah berhutan. Saya menangis selama perjalanan misi karena ini adalah kebangkitan besar bagi saya. Setelah melihat semua kemiskinan di Haiti, saya menyadari bahwa semua saya bertumbuh saya telah mengembangkan yang namanya "berpikir busuk."
Perjalanan misi ini membantu saya memahami selalu ada seseorang yang mungkin lebih menderita. Tuhan mengasihi orang-orang Haiti sebesar Dia mengasihi saya. Saya kerap membandingkan diri dengan orang lain, tidak menyadari bahwa banyak berkat Tuhan bagi keluarga saya. Kami memiliki lebih dari cukup dibandingkan dengan mereka yang ada di Haiti.
Tuhan adalah Tuhan yang setia. Pikiran saya tentang-Nya telah secara radikal berubah sejak perjalanan misi saya ke Haiti dan saat bertumbuh dewasa, saya mengerti Tuhan tidak membedakan orang. Dia membedakan iman. Saya teringat wajah pada keluarga-keluarga gembira di sana karena mereka memiliki cinta. Materi tidak membuat sebuah keluarga, tetapi cinta dan persatuanlah yang melakukannya; bahkan ketika kita tidak memiliki banyak materi, kita memiliki banyak cinta.
Jadi, ketika iblis menggoda Anda untuk membandingkan diri dengan orang lain dan mengarahkan Anda kepada pikiran negatif bahwa Allah tidak peduli atau tidak mendengarkan Anda, mulai renungkan hal-hal baik yang telah Allah lakukan bagi Anda dan mulai memuji-Nya. Seketika itu, cahaya akan meledak menghapus kegelapan dan kemuliaan Allah akan bersinar pada situasi Anda. Filipi 4:8 berbunyi, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Ketika kita berpikir tentang hal-hal baik yang telah dilakukan Allah, sukacita Tuhan akan timbul dalam hati dan ucapan syukur di bibir kita. Damai sejahtera Allah akan beristirahat di dalam hati kita. Baca 2 Korintus 10: 3-5 ketika pikiran-pikiran negatif mulai menyerang pikiran Anda. ”Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”
Ada kekuatan jahat yang berusaha untuk menghancurkan, tapi kita harus membiarkan Roh Kudus membantu kita agar memiliki pikiran baru dan kudus setiap harinya. Musuh telah dikalahkan dan kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Tuhan itu baik bagi kita semua dan menginginkan yang terbaik untuk kita. Sebagai anak-Nya, kita harus memiliki pikiran Kristus. Bebaskan diri dari berpikir busuk dan marilah renungkan bagaimana Tuhan berpikir; serta, bertindaklah selayak anak-anakNya. Angela Mays
Tuhan tidak pernah merancangkan hal buruk kepada Anda dan karenanya jangan pernah sekali pun berpikiran negatif kepada-Nya.
(Source : www. jawaban.com)
Selamat beraktifitas, tetap semangat. Tuhan Yesus Memberkati

No Comments Yet.

Leave a comment