Baal-Perazim: The Lord is our breakthrough!

Doa Pengerja, Senin, 12 Maret 2018
Pdt Sutadi Rusli

Baal-Perazim: The Lord is our breakthrough!
Shalom, semua bersukacita? Amin!
Baal-Perazim: The Lord is our breakthrough
2 Samuel 5:17-25,
5:17. Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan.
5:18 Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim,
5:19 bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."
5:20 Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
5:21 Orang Filistin itu meninggalkan berhalanya di sana, lalu Daud dan orang-orangnya mengangkatnya.
5:22 Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim,
5:23 maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: "Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.
5:24 Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin."
5:25 Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer.
Apa yang Daud lakukan, sehingga Tuhan menerobos buat dia? Memberikan kemenangan buat dia? Ini menjadi pelajaran buat kita:
#1 Datang ke Kubu Pertahanan
Pertama, dia datang ke kubu pertahanan. Itu yang dia lakukan nomor satu. Dia tidak cari kekuatan lain, sebetulnya Daud bisa memerintahkan rakyatnya untuk maju dan menyerang orang2 Filistin. Tapi dia tidak lakukan, justru masuk ke kubu pertahanan. Apapun yang kita alami, mungkin kita rasa punya kekuatan, kemampuan, tapi Tuhan mau kita datang ke kubu pertahanan. Amin.
Saudara yang dikasihi Tuhan, itu menjadi satu pelajaran buat kita semua. Apapun yang kita alami ayo masuk ke dalam kubu pertahanan. Biarpun kita pikir sudah solid, kuat, kita mampu menghadapi, tapi Tuhan mau kita masuk dulu ke kubu pertahanan.
Lalu apa yang dilakukan di dalam kubu pertahanan? Saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kubu ini yang dilakukan adalah D-O-A, doa!
Waktu Petrus ditangkap Herodes, jemaatnya berdoa (Kisah 12) lalu Tuhan melakukan terobosan yang luar biasa. Doa.
Saudara, hari2 ini bulan lalu kita sudah diingatkan, dibalik 5 pintu yang ada raksasa yang menghadang. Dan hari2 ini kita sedang menghadapi peperangan rohani yang kobaran apinya makin besar dan makin dahsyat. Persiapkan diri Saudara baik2 karena kita sedang memasuki peperangan rohani yang luar biasa hari2 ini.
Efesus 6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Haleluya!
Saudara yang dikasihi Tuhan, kita sudah tahu semua perlengkapan yang harus kita pakai.
Tapi saya mau sampaikan begini. Saudara tahu semua yang harus dipergunakan, tapi Saudara tidak ada roh doanya, sehingga semua perlengkapan itu menjadi sia2 karena tidak ada roh doanya.

Seluruh perlengkapan senjata Allah, dibawa oleh doa sebagai api, ayo kita doa lebih kuat lagi. Doa adalah napas orang percaya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, lalu di kubu pertahanan ada pujian-penyembahan, seperti Paulus dan Silas.
Saudara, Bapa Rohani kita ingatkan, hari2 ini kita sedang memasuki satu gerakan dimensi baru dalam doa pujian dan penyembahan. Amin!
Saudara yang dikasihi Tuhan, kita hari2 ini sedang memunculkan, memberdayakan orang2 muda. Bu Esther dengan semua tim PP setiap hari Sabtu minggu keempat itu di tempat ini sejak dari tahun lalu September dimunculkanlah di berbagai Cabang. Dan banyak bibit2 luar biasa muncul yang Tuhan boleh berikan dari pribadi lepas pribadi.
Sekarang ada Cabnag2 di dalam IR-IR itu dilayani orang2 muda sehingga mereka sudah diberikan kepercayaan di ibadah2 umum yang ada. Luar biasa.
Melalui DMM juga sekian belasan tahun lalu, Bu Esther dan saya mengawali, mungkin sudah ribuan yang dibekali di sini.
#2 Penyerahan dan ketaatan yang total kepada Tuhan
Kenapa Daud bisa mengalami terobosan? Kedua, dia memiliki penyerahan dan ketaatan yang total kepada Tuhan.
Saudara, kalau kita baca sama2 dari 2 Samuel 5 ini, waktu pertama mau diserang, Daud tanya sama Tuhan harus lakukan apa? Tuhan bilang, kamu maju. Aku menyertai engkau. Dia maju tepat lakukan apa yang Tuhan perintahkan.
Tapi yang menarik, waktu mau diserang yang kedua, dia tanya lagi sama Tuhan. Dan Tuhan kasih dia satu cara yang amat sangat berbeda dengan yang pertama. Sama sekali beda. Pertama disuruh maju. Yang kedua disuruh putar dulu. Strategi yang berbeda Saudara yang dikasihi Tuhan.
Kita seringkali kalau sudah punya pengalaman, kita suka tidak tanya Tuhan lagi. Toh yang pertama tuh sudah menang. Buat apa. Tapi ternyata Daud tidak lakukan itu, dia tanya lagi dan ternyata ada strategi yang baru dari Tuhan.
Mari jangan pakai pengalaman terdahulu. Dia bisa pakai 1001 macam cara untuk memberikan terobosan2.
Kita hari2 ini ada di bawah payung rohani Pak Niko dan Tuhan sudah memberikan visi pada bapa Rohani kita, yaitu DNA di mana kita ada yaitu DPP. Jangan cari ke sana kemari lagi, nanti Saudara kalau duduk dalam menara2 doa, Ibadah2, Tuhan yang akan memperlengkapi, hikmat apa yang harus dilakukan.
Kalau tidak, kita akan bias. Nanti gereja2 akan menuai tapi kita tidak menuai apa2.
Ayo, saya mau tegaskan kembali, fokus nomor satu kepada visi legacy yang diberikan pemimpin kita yaitu, DPP.
Mari konsisten kepada apa yang Tuhan mau lakukan.
Waktu kita fokus dan bergantung pada Tuhan, Tuhan akan menambahkan jiwa2 dan terobosan2 yang luar biasa, buat setiap cabang ranting yang ada. Amin!
Tiga pahlawan
2 Samuel 23
23:14 Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem.
23:15 Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: "Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!"
23:16 Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN,
23:17 katanya: "Jauhlah dari padaku, ya TUHAN, untuk berbuat demikian! Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya?" Dan tidak mau ia meminumnya. Itulah yang dilakukan ketiga pahlawan itu.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ini tiga pahlawan luar biasa. Saya pelajari karakter apa yang dimiliki triwira ini.
#1 Benar-benar mengasihi
Ayo seberapa kuat kasih kita kepada Tuhan hari2 ini? Coba renungkan sama-sama. Apakah kita ini melayani karena mengasihi Dia? Karena apa? Ayo periksa diri kita.
#2 Kesetiaan
Hari2 ini kita perlu untuk memiliki kesetiaan.
Kemarin saya membagikan, seperti Simon dituntut Iblis untuk ditampi seperti gandum. Gandum itu diinjak2, lalu ditampah, dan akhirnya yang jatuh hanya bijinya saja.
Hari2 ini kita sedang ditampi apakah tetap setia atau tidak. Waktu kita diangkat, disanjung, berhasil, kita itu sedang ditampi, apakah tetap setia atau jadi sombong. Tidak, semua hanya karena Tuhan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, saya kalau dengar cerita kesaksian bagaimana ada HT2 yang dulu ada di daerah terpencil lalu sekolah di Seminari, lalu dia mulai diangkat, dan ada yang jatuh dan ada yang tetap setia. Kita harus tetap setia di dalam Tuhan.
Jangan lepaskan iman kepercayaan kita!
Saudara yang dikasihi Tuhan, pada tanggal 21 Feb 2018, Ps Billy Graham dipanggil pulang oleh Tuhan. Ada satu buku, farewell to God, yang ditulis oleh Charles Templeton. Charles Templeton pada waktu usia 20-an tahun, bahu membahu bersama BG memenangkan banyak jiwa. Dia berasal dari Toronto, dan selalu pergi ke mana2 berdua BG memenangkan banyak jiwa. Dalam buku ini diberi tahu kenapa dia sampai mundur.
Ketika dia baca Kitab Kejadian, kemudian mulailah dia meragukan kebenaran Firman Tuhan. Karena pengetahuan bilang, dunia diciptakan jauh lebih lama dari Firman Tuhan. Dia juga mulai menganut teori Darwin, bahwa manusia evolusi dari monyet. Dia mulai ragu, dan singkat cerita, orang yang dipakai luar biasa ini akhirnya mundur dalam Tuhan dan akhirnya jadi ateis.
Pada tahun 1980-an dia jadi penyiar televisi, radio, di situ dia menyebarluaskan tidak adanya Tuhan. Lihat, orang bisa begitu berubah. Tapi kita harus tetap percaya Firman Tuhan adalah ya dan Amin.
Saudara, pada mulanya adalah Firman. Alkitab adalah pegangan kita, jangan lepaskan iman kepercayaan kita, sedang dalam sukses apapun juga, sedang pergumulan apapun juga, tetap setia di dalam Tuhan. Amin!

No Comments Yet.

Leave a comment