Apa Yang Ingin Yesus Lakukan Dalam Hidupku?

Yohanes 11: 5–6

“Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada.”

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 25; Filipi 2; 1 Raja-Raja 13-14

Maria, Marta dan Lazarus adalah teman pribadi Yesus Kristus, dan Dia suka menghabiskan waktu bersama mereka di Betani. Jika mereka memiliki ponsel pada masa itu, mereka mungkin telah memiliki nomor ponsel masing-masing. (Mungkin juga mereka memiliki percakapan yang panjang.)

Makanya ketika Lazarus jatuh sakit, mereka mengirimkan kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit" (Yohanes 11:3). Mereka tidak memberi tahu Dia tentang apa yang harus Dia lakukan.

Mereka mengira Dia akan mengurusnya. Saya pikir mereka mengira Yesus akan menyembuhkannya. Maria dan Marta mungkin melihat ke jalan dan berkata pada teman mereka "Hei, Yesus akan datang sebentar lagi. Dia akan datang melalui jalan itu. Dia selalu membawa 12 orang bersamanya, dan mereka menginjak banyak debu. Kamu akan melihatnya."

Tapi Yesus mengambil jalan memutar dan membuat kisah ini menjadi menarik: "Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada" (Yohanes 11:5-6).

Bagi kita, apa yang terjadi itu sama sekali tidak masuk akal. Ketika kesulitan menghantam, kita berkata, "Tuhan, dimanakah Engkau? Kenapa Engkau tidak melakukan sesuatu? Kenapa Engkau tidak datang? Apakah Engkau tidak peduli?"

Namun, Tuhan dapat dimuliakan melalui penderitaan manusia dan membawa kebaikan dari hal buruk terjadi. Maria dan Marta menginginkan kesembuhan, tetapi Yesus menginginkan kebangkitan. Dia ingin melakukan lebih dari yang mereka inginkan.

Kita berpikir bahwa semua hal baik yang terjadi dalam hidup kita akan membawa harapan. Namun kenyataannya, harapan tumbuh dari kesengsaraan. Kita melihat gambaran kecil, tetapi Tuhan melihat gambaran besar. Kita melihat yang sesaat tetapi, Tuhan melihat yang kekal.

Semua juga jelaskan kepada kita di hari terakhir itu. Tetapi sementara itu, di tengah kesulitan hidup, kita harus ingat bahwa Allah mengasihi kita.

No Comments Yet.

Leave a comment