Alami Mujizat Sembahyang

Shalom, beberapa hari lagi 2023 akan berakhir, bagaimana hubungan kita sepanjang 2023? Bagaimana penyembahan kita selama ini? Mari kita renungkan lebih dalam. Yohanes 4:23 “tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian” Dalam terjemahan ESV (English Standard Version) ayat 23 “But the hour is coming, and is now here, when the true worshipers will worship the Father in spirit and truth, for the Father is seeking such people to worship him” Bapa mencari penyembah-penyembah yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran.

Gembala Sidang/Pembina mengingatkan kita untuk sembahyang, ternyata kata sembahyang terdiri dari dua suku kata, Sembah dan Hyang (Sansekerta / Jawa Kuno / Bali, artinya Maha Kuasa, Maha Mulia, Sang Pencipta) dengan kata lain sembahyang artinya menyembah Tuhan Allah kita. Sikap yang dibutuhkan untuk sembahyang:

Pertama, Menjadikan YESUS TUHAN (penguasa tunggal, satu-satunya yang memerintah dalam hidup kita, dimana kita taat dan tunduk pada perintah-perintahNya).
Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”.

Kedua, Kerendahan hati
1 Petrus 5:6 “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.” Hanya orang yang rendah hati yang dapat memberikan penyembahan yang terbaik.

Ketiga, Tunduk dan taat sepenuhnya pada Tuhan
artinya kita tunduk pada ketetapan-ketetapan dan perintah-perintah-Nya dalam FirmanNya. Yakobus 4:7 “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Orang yang tunduk dan taat pada Tuhan maka dia akan dapat sembahyang dengan benar, dan iblis akan lari waktu kita mengusirnya melalui doa peperangan rohani sehingga kemenangan menjadi bagian kita.

Mari kita pelajari tokoh Alkitab yang mengalami mujizat sembahyang yaitu Daniel, tiga kali sehari ia berlutut dan berdoa serta memuji Allah. Orang yang tekun sembahyang dan sungguh-sungguh beribadah pada Tuhan. Daniel 6:16 “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” Sekalipun ada hukuman bagi orang yang menyembah dan melakukan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali pada raja. Daniel tidak mentaati peraturan raja dan tetap sembahyang pada Tuhan. Resiko tetap dialaminya karena Daniel dimasukkan di gua singa. Tapi mujizat pembelaan dan perlindungan Tuhan nyata, yaitu Daniel tidak digigit, tidak dimakan singa, tetap dalam perlindungan Tuhan yang sempurna, luput dari marabahaya (Daniel 6:23).

Bahkan Raja Nebukadnezar jadi mengeluarkan pernyataan di seluruh kerajaannya orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selamanya (Daniel 6:27) dan yang luar biasa dalam hidup Daniel mengalami promosi dari Tuhan untuk jadi kedudukan tinggi dari Raja Nebukadnezar, Raja Darius dan Raja Koresh (Daniel 6:29) karena Daniel dikenal berhikmat dan memiliki roh yang luar biasa.

Biarlah kita terus Sembahyang, menyembah Bapa di dalam dalam roh dan kebenaran dengan penuh cinta padaNya. (IK)

source: hmministry.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *